Dolar Pangkas Keuntungan Karena Ketakutan Terhadap Perang Dagang Belum Berakhir

JAVAFX – Dolar AS sedikit turun pada awal perdagangan sesi Asia hari Rabu karena sentimen resiko melemah atas laporan bahwa tarif AS tetap berlaku untuk barang-barang China hingga pemilihan presiden 2020, meskipun kedua belah pihak akan menandatangani kesepakatan dagang fase satu hari ini. Laporan tersebut menimbulkan ketakutan investor atas perang dagang yang sudah berlangsung berbulan-bulan masih dapat terjadi.

Indeks dolar AS (DXY) terpantau turun 0,02% ke level 97.36. Penurunan dolar karena tekanan dari menguatnya aset aman seperti yen Jepang dan Swiss franc. Selain mata uang aman resiko, harga emas juga diperdagangkan naik ke level 1550.00. Ini merupakan rebound setelah anjlok ke level 1535.00 pada hari Selasa.

Gold Trading

Keuntungan dalam greenback juga terpangkas oleh data inflasi AS yang lebih rendah yang memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih rendah lebih lama.
Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa indeks harga konsumen naik 0,2% bulan lalu, dibawah perkiraan ekonom 0,3%.

Mengingat bahwa beberapa indikator inflasi lainnya – terutama PCE inti – tetap agak lamban, itu akan “mengambil langkah yang lebih konsisten dan luas ke atas untuk memicu lebih banyak minat dari The Fed,” bank menambahkan.
Mengutip ekspektasi inflasi yang terus berlanjut, presiden Federal Reserve Kansas Esther George menyarankan akan tepat bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga.

 

 

 

 

 

Swendy

sumber cnbc.com