Ekonomi Jerman Mengalahkan Ekspektasi Dengan Pertumbuhan 0,1% di Q2

Ekonomi Jerman tumbuh pada kuartal kedua, mengalahkan ekspektasi analis, didukung oleh pengeluaran swasta dan pemerintah meskipun terjadi krisis energi, data menunjukkan pada hari Kamis.

Jerman merupakan negara dengan ekonomi terbesar Eropa yang  tumbuh sebesar 0,1% kuartal ke kuartal dan 1,7% tahun ini, disesuaikan dengan harga dan efek kalender, kata kantor statistik federal. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ekonomi akan stagnan pada kuartal kedua ke kuartal.

“Meskipun … kondisi ekonomi global sulit, ekonomi Jerman bertahan pada dua kuartal pertama tahun 2022,” kata Georg Thiel, presiden kantor statistik.

Pertumbuhan ekonomi Jerman didukung oleh pengeluaran rumah tangga naik 0,6%, karena konsumen mengambil kesempatan untuk bepergian dan keluar lebih banyak setelah hampir semua pembatasan Covid-19 dicabut, dan meskipun ada kenaikan harga yang besar dan krisis energi. Pengeluaran pemerintah naik 2,3% dan investasi mesin dan peralatan 1,1%. Di sisi lain, pembentukan modal tetap bruto dalam konstruksi merosot 3,4% setelah musim dingin yang luar biasa baik dan ringan.

Meskipun ada gangguan dalam rantai pasokan di seluruh dunia, ekspor barang dan jasa naik 0,3% tetapi impor melonjak jauh lebih cepat 1,6%. Di sisi produksi, pencabutan pembatasan Covid-19 menyebabkan kenaikan di sebagian besar cabang layanan sementara terjadi penurunan di sektor manufaktur dan konstruksi. PDB Jerman kini telah kembali ke tingkat sebelum krisis pada Q4 2019 tetapi prospeknya menantang di tengah krisis energi yang sedang berlangsung.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.