Ekonomi Tiongkok Jadi Penyebab Kekhawatiran di Beijing

JAVAFX – Perdana Menteri China Li Keqiang telah mendesak pejabat pemerintah setempat untuk melakukan segala kemungkinan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap pada jalurnya dan mengirimkan sinyal kuat bahwa kondisi di Beijing semakin khawatir tentang laju perekonomian karena berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan di tengah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Li mengatakan kepada lima gubernur provinsi pada hari Senin kemarin bahwa para pejabat lokal harus “meningkatkan rasa urgensi dan tanggung jawab” untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan “harus menempatkan pertumbuhan pada posisi yang lebih menonjol.”

“Kondisi perekonomian masih terus mendapat tekanan ke bawah dan masih banyak entitas ekonomi riil berjuang di tengah permintaan domestik yang lemah. Pihak berwenang setempat harus dengan segera melakukan segala cara yang mereka bisa untuk memastikan target untuk tahun ini tercapai.”

Pidato utama adalah pertama kalinya pemerintah menyarankan target setahun penuh termasuk tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) minimum sebesar 6% berisiko terabaikan. Pesan yang disampaikan pada hari Senin kemarin mewakili pembacaan yang lebih pesimistis dari situasi ekonomi Tiongkok dibandingkan dengan pernyataan sebelumnya dari pemerintah.

Angka pertumbuhan PDB negara itu untuk kuartal ketiga akan dirilis pada hari Jumat mendatang dan diharapkan untuk menunjukkan perlambatan lebih lanjut dari tingkat kuartal kedua sebesar 6,2%.

Perang dagang antara Washington dan Beijing telah mengurangi kepercayaan konsumen dan melukai bisnis di ekonomi terbesar kedua di dunia itu dan bukti anekdotal dari masalah ekonomi tersebar luas. Samsung, raksasa elektronik Korea, menutup pabrik ponsel terakhirnya di China pada bulan lalu, sementara Pang Da Automobile Trade, dealer mobil terbesar di negara itu, terpaksa memulai proses penutupan di bulan lalu.

Bahkan oleh angka resmi pemerintah, perlambatan berbasis luas sedang terjadi di Cina dengan produksi industri kehilangan tenaga, pertumbuhan investasi aset tetap melambat dan pertumbuhan belanja konsumen menyusut. Ekspor Cina menyusut 3,2% pada September dari tahun lalu, sementara impornya, barometer permintaan domestik, berkontraksi sebesar 8,5% lebih dalam dari penurunan 5,6% pada bulan Agustus lalu.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden Tegaskan Komitmen AS terhadap Klausul Pertahanan Bersama NATO

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan membahas revisi konsep strategisnya sewaktu para pemimpinnya, termasuk Presiden AS Joe Biden, berkumpul hari Senin di Brussels. NATO terakhir...

Biden dan Putin Siap Debat Soal Ransomware

Saat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempersiapkan diri untuk pertemuan pertama dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia pada hari Rabu (16/6) di Jenewa,...

Biden, Harris desak vaksinasi karena AS tampak meleset dari target

Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris pada Jumat (18/6) mendesak warga Amerika Serikat agar disuntik vaksin COVID-19, karena negara itu tampaknya akan...

Jelang Penarikan Mundur Pasukan AS, Biden Undang Pemimpin Afghanistan

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan salah seorang tokoh yang memimpin upaya mencapai perdamaian Abdullah Abdullah, akan terbang ke Amerika untuk melangsungkan pertemuan dengan Presiden...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502