Emas Bergerak Positif Jelang Rapat The Fed

0
112

JAVAFX – Emas bergerak positif jelang rapat the Fed yang akan membahas suku bunga AS terbaru serta menantikan pernyataan dari Janet Yellen sesaat setelah rapat tersebut berakhir.

Harga emas kontrak Agustus di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat $4,70 atau 0,38% di level $1264,20 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak Juli di Comex untuk sementara bergerak menguat $0,11 atau 0,64% di level $16,84 per troy ounce.

Sepanjang perdagangan hari ini, emas masih berusaha mendekati level tinggi 7 bulannya dimana konsentrasi pergerakan emas yang sulit untuk bangkit dikarenakan suhu politik di AS yang terlihat masih belum kondusif sehingga investor enggan mengoleksinya emas lebih jauh, apalagi episode tuduhan kecurangan Trump dalam pemilu lalu masih berlanjut dengan menyelidiki beberapa tim sukses Trump yang sekarang menjadi pejabat pemerintahannha.

Masih kokohnya kepemimpinan Trump hingga saat ini, membuat agenda meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi terus berlanjut dan AS akan menghadapi masa-masa gemilangnya kembali. Inilah yang membuat harga emas menjauhi level tertinggi 7 bulannya hingga sore ini, karena upaya pendongkelan Trump masih belum berhasil .

Selain itu investor menantikan kenaikan suku bunga the Fed dini hari nanti dimana sejauh ini sudah terpantau lebih dari 90% keyakinan pasar bahwa Fed fund rate naik dari 0,75%-1% menjadi 1 hingga 1,25% di Kamis ini. Emas seperti kita pahami sangat sensitif terhadap pergerakan suku bunga the Fed.

Sejujurnya investor lebih memperhatikan pernyataan dari Janet Yellen dibanding kenaikan suku bunga itu sendiri, dimana pernyataan Yellen ini berlangsung sesaat setelah FOMC meeting berakhir, dimana investor sebenarnya sedang melihat keraguan yang mendalam terhadap kesehatan ekonomi AS akhir-akhir ini.

Beberapa waktu lalu dilaporkan situasi tenaga kerja AS mulai kedodoran. Demikian pula hari ini data penjualan eceran AS yang merupakan perwujudan 2/3 dari pertumbuhan ekonomi AS akan rilis malam ini dan kemungkinan besar juga akan menurun, sehingga dapat dibaca laju pertumbuhan ekonomi akan mengalami penurunan.

Sedangkan data inflasi AS juga akan rilis malam nanti, dan diperkirakan juga akan melemah. Perpaduan inflasi bulanan AS yang menurun dan harga energi yang terus menunjukkan tren yang melemah sehingga ini juga dapat diartikan bahwa laju inflasi kemungkinan besar juga akan melamban.

Perpaduan antara laju inflasi dengan pertumbuhan yang menurun membuat ekonomi AS kemungkinan besar tidak akan memanas di kuartal ini, sehingga tekanan terhadap kenaikan suku bunga AS juga akan menurun, dan ini bisa diartikan bahwa kesempatan terbuka untuk rmas untuk terus rebound.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg
Sumber gambar: The Telegraph