Emas Catat Penurunan Harian terbesar Dalam Tiga Tahun, Karena Investor Beralih Ke Risk Aversion

JAVAFX – Harga emas turun tajam pada hari Kamis, membukukan kerugian harian terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir. Berita bahwa AS dan China sepakat untuk bekerja menuju putaran baru pembicaraan dagang pada bulan depan telah memicu minat investor terhadap asset beresiko (risk aversion) yaitu saham global. Selain itu data tenaga kerja ADP AS yang positif turut juga meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi dan semakin memudarkan kilau emas.

Harga emas pada hari Rabu sempat naik menyentuh level tertinggi baru tahun ini di $1556.91, namun dengan cepat berbalik turun dan penurunan berlanjut pada hari Kamis hingga menyentuh level $1506.13. Tampaknya level $1500.00 masih menjadi kunci untuk akhir pekan ini, namun jika kembali di tembus maka harga emas akan kembali melemah.

Gold Trading

Pada hari Jumat, AS akan merilis data tenaga kerja bulan Agustus. Data NFP diprediksi bertambah 160.000 (lebih rendah dari bulan sebelumnya 164.000), sementara tingkat kenaikan upah rata-rata perjam diprediksi naik stabil 0,3% seperti sebelumnya dan tingkat pengangguran juga relative stabil di angka 3,7%.

Laporan data tenaga kerja actual nanti malam akan menjadi sentiment utama akhir pekan ini. Data yang positif akan mendukung dolar menguat terhadap mata uang utama dan emas. Demikian sebaliknya.