Emas Di Tengah Data AS Positif Dan Keyakinan Kenaikan Inflasi

Emas akhirnya kembali tergelincir ke level terendah lebih dari dua minggu pada hari Jumat. Penurunan emas ini tak lepas dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi menyusul data ekonomi AS. Imbasnya, ini meningkatkan optimisme dan spekulasi atas kemungkinan pengurangan langkah-langkah stimulus oleh Federal Reserve.

Jika ditilik lebih mendalam, dolar yang saat ini jauh lebih kuat, diiringi dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan bersama dengan kombinasi kondisi emas yang tehnis di posisi overbought menyebabkan aksi jual yang cukup baik. Selain itu, juga ada petunjuk dari The Fed bahwa ada peluang untuk membuka kemungkinan pengetatan.

Indeks dolar melonjak ke level tertinggi tiga minggu terhadap mata uang mayoritas yang menjadi pasangan dagangnya, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi 10-tahun AS yang menjadi acuan, naik menjadi 1,63%.

Yang membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi AS mencatat kenaikan, tak lepas dari data dirilis pada hari Kamis yang menunjukkan di mana jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun di bawah 400.000 pada pekan lalu. Data ini ditunjang dengan oleh payroll sektor swasta yang dirilis ADP yang menunjukkan meningkatnya perekrutan di bulan Mei.

Amerika Serikat sedang melewati pandemi dan mulai membuat perkembangan signifikan menuju lapangan kerja penuh dan inflasi 2%, kata Presiden Fed Bank of Dallas Robert Kaplan.

Kuatnya data klaim pengangguran membuat investor menggeser perhatiannya pada data non-farm payrolls AS Mei yang akan dirilis pada hari Jumat, sebagai isyarat lebih lanjut tentang pemulihan pasar tenaga kerja di ekonomi terbesar dunia itu dan tindakan kebijakan jangka pendek dari Fed.

Terpantau, emas spot turun 0,4% ke level $1,862,68 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 19 Mei di $1,855,59 di awal sesi. Emas spot, sepanjang pekan ini mencatat penurunan lebih dari 2%. Sementara itu, emas berjangka AS turun 0,5% pada $1,864.10 per ons.

Pada perdagangan logam lainnya, perak tergelincir 0,5% menjadi $27,31 per ons dan menuju penurunan mingguan terbesar sejak akhir Maret. Paladium turun 0,3% menjadi $2.829,26 dan platinum turun 0,7% pada $1.148,50.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Imbas Langkah The Fed Bangunkan Dolar Yang Sedang Tidur

Pergeseran sikap Federal Reserve dari Dovish menjadi hawkish telah membangunkan dolar yang tengah tertidur pulas. Mata uang AS itu pun sontak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan ini memicu ekspektasi bahwa pelonggaran posisi bearish dapat memicu lebih banyak kenaikan.

Investor Manfaatkan Anjloknya Harga Emas Dengan Beli Kembali

JAVAFX - Harga emas yang turun tajam paska berakhirnya pertemuan berkala Federal Reserve telah membuka minat beli. Nada pernyataan para pejabat tinggi Fed yang...

Biden Umumkan Pemerintahannya Telah Berikan 300 Juta Suntikan Vaksinasi

Presiden Joe Biden Jumat mengumumkan bahwa 300 juta vaksin COVID 19 telah diberikan sejak dia menjabat pada 20 Januari, demikian menurut Gedung

Gedung Putih akan Cermati Rencana Rapat Umum Trump

Gedung Putih mengatakan sedang memperhatikan dengan seksama rencana rapat umum yang akan digelar oleh mantan presiden Donald Trump di Ohio dan negara bagian-negara bagian...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502