Euro Melemah Jelang Data Inflasi Eropa

JAVAFX – Berita forex di hari Jumat(16/3/2018), euro melemah jelang laporan data inflasi Eropa pada perdagangan hari ini yang mana laporan tersebut berhasil mencuri perhatian investor guna mengukur kembali waktu yang tepat terkait dengan rencana normalisasi kebijakan moneter ECB.

Secara umum dolar AS kali ini bergerak menguat tipis terhadap euro dan sejauh ini EURUSD untuk sementara sedang berada di level 1.2311 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 1.2304. USDJPY untuk sementara berada di level 105,89 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 106.33. Untuk AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7789 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7798.

Secara garis besar memang dolar AS sedikit memberikan tekanannya kepadaa mata uang utama dunia kecuali yen sebagai bentuk aksi penguatan lanjutannya, dengan pertimbangan sebagai bentuk aksi menanti dari investor terhadap kepastian kebijakan moneter the Fed dan zona euro yang dilihat investor sebagai pertandingan terselubung dalam usaha untuk sama-sama mata uangnya tidak menguat.

Pelemahan euro karena sisi fiskal Trump yang sudah mulai dipahami investor bahwa kondisi ini akan berlangsung cukup lama dan membutuhkan kesabaran dan pengertiannya bahwa AS sedang memperbaiki kondisi keuangannya. Sejauh ini tarif baru bagi impor logam masih merupakan pembuka jalan pengurangan defisit tersebut, dan rencananya akan berlanjut kepada pengurangan defisit dengan China dengan nilai awal $100 milyar dalam waktu dekat ini.

Perlu dipahami juga bahwa usaha pelemahan dolar AS juga sedang dibutuhkan Presiden Trump dan Jerome Powell agar kondisi keuangan dan kondisi inflasinya juga akan membaik sehingga jalan kenaikan suku bunga the Fed akan semakin mulus.

Sedang di sisi lain berdasarkan ucapan Mario Draghi, bahwa zona euro membutuhkan tingkat inflasi yang makin melaju sehingga program normalisasi kebijakan moneter juga akan mudah dijalankan. Dengan kondisi seperti ini, ada isyarat bahwa Draghi ingin menjaga level euro tidak lebih dari $1,35 dalam waktu dekat ini atau hingga September nanti sesuai batas waktu pemberlakuan paket stimulus ECB.

Situasi negatif di euro kemungkinan besar masih akam dipastikan akan rilisnya data inflasi zona euro nanti sore, di mana bila data membaik maka ada kepastian bahwa euro memang akan bangkit lagi. Namun itupun dengan catatan bahwa data sentimen Michigan AS nanti malam juga tidak membaik.

Sumber Berita: Reuters, Bloomberg, Investing, Javafx, Forexfactory, Dailyfx
Sumber gambar: CNBC.com

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.