Fed Meeting Berhasil Antar Harga Emas Melemah

JAVAFX – Fed meeting berhasil antar harga emas melemah pada perdagangan Kamis kemarin dengan tampak ada sisi jual emas yang muncul ditengah keinginan kenaikan suku bunga Fed.

Harga emas bergerak besar dan menguat berkat pergerakan mata uang global terhadap dolar AS dengan munculnya tarif baru dan berlanjut dengan aksi saling berbalas antara AS dengan China sehingga memunculkan aksi melepas dolar secara besar-besaran. Namun pada intinya bahwa emas selalu mengalami tekanan harga yang berupa perang dagang dan rencana kenaikan suku bunga the Fed yang makin menguat sehingga berhasil menahan emas untuk pulih harganya lebih besar.
Dan data ekonomi AS sempat membuat emas goyah, namun berkurangnya tekanan inflasi telah sempat membuat emas pulih. Apalagi data pertumbuhan ekonomi AS juga kurang begitu menggembirakan investor dolar. Ini karena perang tarif dan kenaikan suku bunga yang membuat pertumbuhan ekonomi AS tertahan.
Harga emas sempat gagal bertahan setelah dolar menguat cepat setelah terdapat konflik politik Eropa. Nuansa dolar tangguh didukung data tenaga kerja AS yang membaik jauh diatas perkiraan pasar, menambah amunisi keinginan naiknya suku bunga the Fed kembali. Namun hasil pemilu parlemen AS berlangsung pekan lalu telah berhasil menghilangkan keraguan investor untuk mengoleksi emas kembali.
Demokrat berhasil menguasai House of Representative, memberi peluang Trump untuk lebih hati-hati mengeluarkan kebijakannya sehingga dolar sempat tertahan penguatannya namun emas juga sulit pulih karena ketidakpastian. Ditambah lagi Fed meeting segera diselenggarakan dan tadi pagi memang the Fed tidak merubah suku bunganya, namun memberikan proyeksi positif terhadap masa depan ekonomi AS selanjutnya.
Kondisi ini tentu memberi arti bahwa ruang kenaikan suku bunga Desember 80% akan terjadi. Ini mengingat kondisi tenaga kerja yang makin solid dan the Fed tidak khawatir dengan jatuhnya pasar saham beberapa waktu lalu.
Hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $6,00 atau 0,49% di level $1223,40 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak Desember di Comex ditutup melemah $0,16 atau 1,13% di level $14,41 per troy ounce.
Emas sebagai salah satu instrumen investasi pertahanan nilai aset selama masa ekonomi sempat gagal berfungsi dengan semestinya, karena investor seringkali mencari aset berlatar belakang dolar AS yang lebih menjanjikan keutungannya. Kondisi pulihnya emas memang sedang dinantikan pasar, demi pulihnya rasa percaya pasar terhadap komoditas emas.
Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street bisa ditutup negatif di mana bursa DowJones turun 0,22%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami penguatannya sebesar 0,53% di level 96,640 Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas, yaitu data inflasi China, data PDB Inggris, data inflasi produsen AS dan sentimen Michigan.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi
Gold Trading