Gagal Menembus $1300, Harga Emas Berbalik Turun

JAVAFX – Harga Emas ditutup turun pada hari Kamis (10/01) setelah gagal menembus harga krusial $ 1.300 per troy ons. Meski demikian, kinerja mingguan logam mulia masih membukukan kenaikan sebagai hasil dari melemahnya nilai tukar Dolar AS.

Untuk kontrak pengiriman bulan Februari, harga logam mulia berakhir turun $ 4,60, atau 0,4%, ke $ 1,287.40 per troy ons. Harga sempat naik hingga $ 1,298. Dalam catatan sepekan, harga logam kuning ini naik 0,1% dan telah naik 0,5% sepanjang Januari.

Pergerakan dolar AS menjadi faktor terbesar untuk emas. Pelemahannya sebagai konsekuensi isyarat di sekitar rencana kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve. Dolar melemah di tengah ekspektasi the Fed akan kurang agresif dari ekspektasi sebelumnya. Setidaknya The Fed telah mengkonfirmasi suku bunga akan ditahan paling tidak hingga awal Mei

Sebagaimana perkataan Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell yang menekankan bahwa bank sentral akan berlaku fleksibel dan lebih sabar dalam hal kebijakan terlebih jika prospek ekonomi memburuk. Dia juga mengatakan perkiraan kenaikan dua suku bunga pada tahun 2019 adalah bersyarat pada “prospek yang sangat kuat untuk 2019.”

Meski gagal menembus $ 1.300 dalam perdagangan hari ini, tidak juga langsung menghilangkan harapan kenaikan lebih lanjut. Dolar yang berusaha memangkas kerugiannya, memberikan tekanan balik kepada pergerakan harga emas. Indek Dolar AS naik 0,4%.

Namun upaya serangan balik ini dinilai hanya sementara, mengingat dolar tetap lunak, seperti yang diperkirakan. Dalam catatan kinerja tahunan, Indek itu masih turun 0,6% sejauh ini.

Dolar yang lebih lemah dapat menjadi positif untuk komoditas dengan harga di unit AS, menjadikannya lebih murah untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya. Sebaliknya, dolar yang lebih kuat dapat membebani harga.

Pergerakan Dolar masih menjadi sentiment yang konstan bagi pergerakan harga emas. Sejak tahun lalu dan berlanjut hingga saat ini, menguat atau melemahnya Dolar AS atas sejumlah mata uang lainnya, akan mempengaruhi pergerakan harga emas.

Pada akhir pekan ini, Harga emas diperkirakan masih akan mengalami koreksi jika Bursa saham ikut menguat kembali. Risk Appetite, yang terjadi akan mengurangi minat investor akan aset safe haven. Emas berpeluang terkoreksi hingga ke $1265, jika level support di $1280 tertembus. (WK)

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Fraksi Demokrat Ingin Biden Lepaskan Otoritas Tunggal Peluncuran Nuklir

Presiden Amerika Serikat, yang selalu didampingi oleh seorang pembantu militer yang membawa tas berisi kode peluncuran nuklir, memiliki kewenangan tunggal untuk memerintahkan perang nuklir...

Perusahaan Merck Bersedia Bantu Produksi Vaksin Johnson & Johnson

Raksasa perusahaan farmasi AS, Merck bersedia membantu pesaingnya Johnson & Johnson dalam pembuatan vaksin virus corona agar dapat mempercepat produksi jutaan vaksin baru dengan...

Ketakutan Investor Mendorong Harga Emas Jeblos Ke Bawah $1.700

JAVAFX - Imbal hasil Obligasi AS melonjak setelah pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada Kamis (04/03/2021) mengirimkan imbal hasil 10-tahun ke atas 1,5%....

Biden tarik nominasi Tanden sebagai ketua anggaran Gedung Putih

Presiden Joe Biden, pada Selasa, menarik nominasi Neera Tanden untuk menjadi direktur anggarannya, dalam penolakan Capitol Hill pertama atas salah satu nominasinya, usai pemilihannya...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502