GBPUSD Masih Rentan Tertekan di Bawah 1.28000

JAVAFX – Pecahnya suara anggota Komite Kebijakan Moneter Bank Sentral Inggris terkait dengan suku bunga pada hari Kamis, 7 November 2019 kemarin masih menjadi faktor sentimen negatif bagi performa GBPUSD hingga pertengahan zona waktu transaksi pasar Eropa hari ini, Jumat 8 November 2019.

Gold Trading

Formasi 7-2 dari anggota Komite Kebijakan Moneter BoE, yang artinya 7 mendukung untuk tidak mengutak-atik suku bunga pada level 0.75% dan 2 orang anggota yang menghendaki pemangkasan suku bunga.

Pesan yang ditangkap oleh para partisipan forex market terkait dengan terbelahnya suara MPC tersebut mengindikasikan bahwa  Bank Sentral Inggris berpeluang merubah sikapnya terkait suku bunga pada pertemuan mendatang, sehingga dijadikan alasan para trader dan investor untuk meneruskan aksi melapas GBP dan mendekap USD.

Di sisi lain, ketidakpastian terkait dengan Brexit  yang masih menyelimut atmosfir  di ranah forex market, juga menjadi beban ekstra bagi performa lesu GBPUSD, kendati  sejauh ini   tekanan jual secara dramatis masih dalam kualifikasi potensi.

Dari perspektif teknikal;  Grafik H4 pada MT 5 JavaGlobalFutures GBPUSD masih bergerak mendatar meskipun tendensi bearish tetap terbuka dengan support kritis short term pada level 1.27779. Jika tembus dan ditutup di bawah 1.27779 disertai ekstensi dominasi sellers akan mempertajam serial bias bearish GBPUSD dengan target berikut menguji support 1.27434 dan test support kuat pada level 1.26596. Target optimal menyapa level 1.26037

Sebaliknya, bila skenario tersebut kandas dan GBPUSD rebound di atas 1.28405, membuka kans test resisten kritis 1.28617. Pergerakan di atas 1.28617 akan memulihkan perspektif bias bullish GBPUSD. Target berikutnya 1.29100 dan 1.29500. Resisten kuat short term pada area 1.29948-1.30111