GOLD lesu menjelang data penting AS pekan ini

0
10

Javafx.co.id-Harga emas (gold) bergerak lesu di awal pekan seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang dijadwalkan minggu ini. Investor saat ini memilih menahan posisi setelah dolar AS dan imbal hasil obligasi Treasury kembali menguat pasca rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) pekan lalu yang menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup solid. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve kemungkinan belum terburu-buru memangkas suku bunga dalam waktu dekat, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Tekanan terhadap emas juga datang dari kenaikan yield obligasi AS yang terus bergerak naik dalam beberapa sesi terakhir. Imbal hasil Treasury yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Penguatan dolar AS yang mengikuti kenaikan yield turut membuat harga emas semakin tertekan, terutama setelah data NFP April menunjukkan penambahan tenaga kerja yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Sentimen ini membuat pelaku pasar kembali masuk ke aset berbasis dolar sambil menunggu arah kebijakan moneter The Fed berikutnya.

Selain faktor data ekonomi, perhatian pasar juga tertuju pada momentum pemilihan dan pelantikan ketua baru Federal Reserve, Kevin Warsh. Warsh dipandang sebagai figur yang memiliki kecenderungan lebih hawkish dalam menghadapi inflasi dibanding ekspektasi pasar sebelumnya. Kehadirannya memunculkan spekulasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi dapat dipertahankan lebih lama untuk memastikan inflasi benar-benar kembali ke target The Fed. Sikap tersebut mendorong pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif tahun ini, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan emas.

Meski demikian, pelaku pasar masih mewaspadai potensi volatilitas tinggi apabila data CPI AS minggu ini menunjukkan perlambatan inflasi yang lebih besar dari perkiraan. Jika inflasi mulai turun signifikan, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa kembali meningkat dan membuka peluang rebound pada harga emas. Namun untuk sementara, kombinasi penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat di bawah kepemimpinan Kevin Warsh membuat pergerakan gold cenderung tertahan dan bergerak defensif.

Trading aja dulu
diJAVAaja