Gold Menuju Penurunan Mingguan Terbesar Dalam 2,5 Tahun Terakhir

JAVAFX – Harga emas bergerak koreksi naik tipis pada hari Jumat setelah turun 2% dihari sebelumnya, karena harapan akan kemajuan dalam kesepakatan perdagangan AS dan China sehingga meningkatkan selera resiko investor dan mengurangi minat terhadap asset aman seperti emas atau bullion.

Saham global dan indeks dolar AS naik setelah diberitakan pada hari Kamis bahwa China dan AS telah sepakat untuk menurunkan tarif barang satu sama lain sebagai bagian dari fase satu dari kesepakatan perdagangan.

Gold Trading

Spot Gold diperdagangkan pada $1468,51 per ounce di Jumat pagi dan bersiap untuk penurunan mingguan terbesar dalam dua setengah tahun atau sejak Mei 2017.Gold atau emas pada hari Kamis ditutup melemah di level $1468,25 setelah sempat turun menyentuh level terendah satu bulan di $1460.57.

Pada minggu ini Gold dibuka di level $1513,95 dan hanya naik tipis ke level $1414,75 kemudian terus tertekan turun sampai Kamis kemarin.

Penurunan harga emas saat ini sudah berada di area support yaitu dekat dengan level terendah awal Oktober di $1459,06. Analis PT JavaGlobal Futures memprediksi Gold dapat memantul atau rebound jika pada akhir pekan ini tidak kembali test dibawah level $1460,00.

Tetapi jika tertekan di bawah level $1460,00 akan semakin menyulitkan laju bullish Gold kedepan.

 

 

 

 

 

Swendy