Greenback dan imbal hasil obligasi mundur, emas melonjak 16,6 dolar

Emas menguat tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menembus level psikologis 1.750 dolar AS menjadi bertengger di posisi tertinggi dalam lebih dari sebulan, ketika kemunduran greenback dan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta pengulangan sikap kebijakan dovish Federal Reserve mengangkat daya tarik emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak 16,6 dolar AS atau 0,95 persen menjadi ditutup pada 1.758,20 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu (7/4/2021), emas berjangka turun 1,40 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.741,60 dolar AS per ounce.

Emas berjangka melonjak 14,2 dolar AS atau 0,82 persen menjadi 1.743,00 dolar AS pada Selasa (6/4/2021), setelah naik tipis 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.728,80 dolar AS pada Senin (5/4/2021), dan terangkat 12,8 dolar AS atau 0,75 persen menjadi 1.728,40 dolar AS pada Kamis (1/4/2021).

“Dolar dan imbal hasil AS turun dan itulah katalis utama saat ini …

jumlah pekerjaan yang cukup tidak mengesankan juga membantu mendorong emas lebih tinggi,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

“Dan fakta bahwa kami berada di atas 1.750 dolar AS, yang merupakan level teknis penting, menunjukkan bahwa emas memiliki beberapa pijakan untuk melanjutkan kenaikannya.” Dolar merosot ke level terendah lebih dari dua minggu, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, membuat emas lebih menarik dibandingkan dengan investasi alternatif lainnya seperti obligasi.

Klaim baru AS untuk tunjangan pengangguran naik secara tak terduga pada minggu lalu, memberikan dukungan terhadap emas.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 744.000 orang mengajukan klaim pengangguran baru dalam pekan yang berakhir 3 April, naik dari revisi 728.000 pada minggu sebelumnya dan jauh di atas tertinggi 665.000 klaim baru yang diajukan pada titik terburuk Resesi Hebat pada Maret 2009.

Ini semakin menyoroti komitmen Federal Reserve untuk mendukung ekonomi sampai pemulihannya lebih aman, risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral menunjukkan pada Rabu (7/4/2021).

“Emas agak lemah karena orang-orang sangat optimis tentang pemulihan ekonomi dan vaksinasi menyelesaikan pandemi dan The Fed memperkuat pandangan bahwa pandemi belum berakhir,” kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

“Ada perlombaan nyata antara varian (virus) dan vaksinasi, dan saat ini varian tampaknya lebih unggul secara global.” Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Kamis (8/4/2021) di webinar tentang prospek ekonomi global yang diselenggarakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa bank sentral ingin melihat bukti aktual dari ekonomi yang kuat bahkan sebelum mempertimbangkan untuk menarik kembali sikap kebijakannya yang longgar.

“Kami ingin melihat serangkaian laporan pekerjaan seperti laporan Maret yang kuat,” kata Powell.

Dia mendesak semua orang Amerika untuk divaksinasi, dengan mengatakan peningkatan kasus COVID baru-baru ini di negara itu merupakan risiko bagi prospek ekonomi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 33,8 sen atau 1,34 persen menjadi ditutup pada 25,585 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Juli naik 3,5 dolar AS atau 0,28 persen menjadi ditutup pada 1.235,4 dolar AS per ounce.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Asa Minyak Mentah Di Tengah Proyeksi Pemulihan Ekonomi

Minyak menguat pada perdagangan Selasa pagi di Asia. Bahkan, minyak mentah merangsek naik mendekati level tertinggi dua tahun terakhir. Kenaikan ini tak lepas dari kelanjutan ekonomi utama seperti AS dan Eropa yang berangsur pulih dari COVID-19.

Biden yakin konflik Israel-Palestina segera berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Rabu (12/5) menyampaikan harapannya agar rentetan kekerasan antara Israel dan Palestina akan segera berakhir. Harapan itu ia nyatakan setelah...

Erdogan: Biden Berlumur Darah karena Dukung Israel

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan hari Senin (17/5) mengatakan, tangan Presiden AS Joe Biden "berlumur darah" karena mendukung Israel dalam konflik di Jalur Gaza. Komentar...

Presiden Korea Selatan Dijadwalkan Bertemu Biden di Gedung Putih

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 21 Mei mendatang akan menjadi pemimpin dunia kedua yang bertemu langsung dengan Presiden Joe Biden di Gedung Putih,...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502