Harga Emas Kurang Semangat Menguatnya

0
88

JAVAFX – Berita komoditas di hari Jumat(13/10/2017), harga emas kurang semangat menguatnya pada perdagangan akhir pekan sore ini, namun masih merupakan penguatan lanjutan dari perdagangan sehari sebelumnya menjelang data-data ekonomi penting dari AS nanti malam.

Sebelumnya dari dari paparan atau penjelasan rapat suku bunga the Fed pertengahan September lalu membuat investor emas agak gembira, dimana masalah inflasi AS yang belum melewati target bank sentral masih menjadi perdebatan tersendiri bagi peserta rapat tersebut. Nah kebetulan nanti malam data inflasi akan rilis.

Pasar sekarang kurang begitu optimis bahwa akhir bulan tidak akan terjadi hembusan kuat bagi kenaikan suku bunga the Fed di akhir tahun. Seperti kita ketahui bahwa FOMC meeting akan dilakukan 2 kali lagi di tahun ini, yaitu di awal November dan pertengahan Desember. Kebiasaan the Fed selama dipimpin Janet Yellen kebanyakan menaikkan suku bunganya di Desember.

Keengganan pasar emas untuk mengoleksi emas lebih besar akibat dari masih tingginya potensi kenaikan suku bunga the Fed dimana terakhir sudah turun dikisaran 83% yang sebelumnya di 90%. Bila data inflasi nanti memburuk, bisa membuat perkiraan kenaikan suku bunga sedikit bergeser ke 75% kepastian kenaikan suku bunga the Fed. Yang artinya makin turun kesempatan kenaikan suku bunga the Fed, dan ini tentu kabar bahagia bagi kenaikan emas.

Hal inilah yang membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat $2,00 atau 0,15% di level $1298,50 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex untuk sementara bergerak menguat $0,04 atau 0,25% di level $17,31 pertroy ounce.

Investor sejauh ini pula, melihat pergerakan harga emas mulai mendekati dan ingin melewati area psikologisnya di $1300 pertroy ounce ketika nanti malam data inflasi konsumen AS dan penjualan eceran AS ikut memburuk. Kedua data tersebut masing-masing mewakili laju pertumbuhan dan laju inflasi, sehingga prospek peningkatan suku bunga the Fed juga dipengaruhi oleh kedua data tersebut.

Penguatan emas kali ini juga muncul ketika situasi geopolitik yang berkaitan dengan AS masih ada hawa yang panas dimana masalah Korea dan Catalunya merupakan penunjang kenaikan emas selama ini. Seperti kita ketahui bahwa persetujuan tidaknya kemerdekaan Catalan akan diberitakan dalam waktu seminggu sehingga ini bisa membuat emas untuk dikoleksi sejenak karena kawasan Eropa tidak aman. Sedangkan masalah Korea sepertinya tinggal menunggu waktu tombol peluncuran rudal baru dari Presiden Kim.

Malam ini penjualan eceran AS ditunggu, jika menurun maka emas akan membaik. Begitu juga data inflasi konsumen, jika naik, maka pertanda kenaikan suku bunga the Fed makin terbuka.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, BBC
Sumber gambar: Forbes