Harga Emas Melemah Tipis Meski Rudal Korea Utara Telah Diluncurkan

0
258

JAVAFX – Berita komoditas di hari Rabu(29/11/2017), harga emas melemah tipis meski rudal Korea Utara telah diluncurkan dan safe haven emas pada perdagangan kemarin terkalahkan oleh fundamental AS yang membaik. Sebagai akibatnya, harga emas sedikit menjauhi kembali level psikologisnya di $1300 pertroy ounce untuk sementara waktu.

Nuansa safe haven emas memang kembali muncul di perdagangan kemarin dimana ini dimana sebelumnya ada peringatan kecil dari Jepang bahwa pihaknya mendeteksi sinyal-sinyal akan adanya peluncuran peluru kendali atau rudal yang berasal dari sekitar Pyongyang. Dan kemarin menurut kantor berita Yonhap, bahwa Presiden Kim telah meluncurkan rudalnya dan meluncur ke Utara Jepang. Seperti kita ketahui bilamana ada sedikit gejolak geopolitik di Semenanjung Korea maka emas langsung menjadi pengaman atau safe haven.

Namun penguatan emas tidak berlangsung lama karena fundamental AS mempengaruhi sisi beli emas dan membuat emas tak kuasa mengambil aksi jual lagi. Hal ini terjadi setelah data sentimen konsumen AS melonjak menguat diatas perkiraan pengamat dan tercatat tertinggi sejak tahun 2000 atau 17 tahun lalu. Penguatan keyakinan ini didorong oleh pengaruh penjualan selama Thanksgiving yang melonjak tajam terbaik di sepanjang sejarah AS.

Hal inilah yang sedikit banyak membuat harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $1,50 atau 0,12% di level $1297,50 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Maret di Comex ditutup melemah $0,21 atau 1,25% di level $16,91 pertroy ounce.

Harga rumah di AS juga terlihat masih ada pertumbuhan sehingga dapat dibaca bahwa laju inflasi di AS masih ada meski tidak tumbuh secara signifikan. Sedang reformasi pajak serta masalah pendanaan pemerintah AS deadlock semalam sehingha dikuatirkan berjalannya kepemerintahan AS bisa terhenti atau di-shutdown.

Tekanan terhadap emas berlanjut dengan dukungan dari calon ketua the Fed dalam acara dengar pendapat serta uji petik Jerome Powell di depan Komite Keuangan Senat. Powell menyatakan bahwa dirinya akan mempertahankan kinerja dan cara kerja the Fed yang telah berhasil membuat ekonomi AS membaik.

Powell sendiri akan meneruskan kinerja Yellen dan menyatakan bahwa suku bunga the Fed akan kembali normal suku bunganya. Ini berarti cara kerja Powell tidak akan jauh berbeda dengan Yellen sehingga ada usaha bahwa suku bunga the Fed akan naik secara bertahap.

Sejauh ini pula yang membawa bursa saham Wall Street mengalami penguatannya dimana DowJones futures ditutup naik 1,10%. Hal ini membuat indeks dolar atau Dixie naik 0,36% di angka 93,230. Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas adalah penjualan eceran Jepang, PDB AS, Yellen berbicara dan Fed’s Beige Book.

Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, BBC
Sumber gambar: Wall Street Journal