Harga Emas Menguat Lagi Untuk Lebih Dekat ke Level Psikologisnya

JAVAFX – Berita komoditas di hari Senin(27/11/2017), harga emas menguat lagi untuk lebih dekat ke level psikologisnya $1300 pertroy ounce pada perdagangannya sore awal pekan ini. Situasi aksi beli lagi atau buyback ini didukung oleh masih belum jelasnya masa depan reformasi pajak serta jelang pertemuan Jerome Powell dengan Kongres di pekan ini.

Calon ketua the Fed Jerome Powell akan menghadapi uji kompetensinya dengan para anggota Kongres AS esok malam, sehingga nampak pasar untuk sementara dalam posisi pengamanan posisi investasinya atau biasa disebut safe haven.

Sejauh ini pula emas sendiri bergerak agak tipis sisi positifnya sebagai bentuk mengambil aksi beli sejenak setelah di perdagangan akhir pekan kemarin mengalami pelemahan tipis yang cenderung ragu melihat kondisi keyakinan the Fed dalam menentukan langkah kenaikan suku bunganya di tahun depan.

Hasil Fed minutes sebelumnya membuat tabir kekuatiran pejabat-pejabat the Fed tentang masa depan inflasi AS makin terkuak bahwa inflasinya masih bisa turun. Situasi inflasi ini memang membuat langkah the Fed untuk menaikkan suku bunganya seakan-akan ada ruang penghalang yang cukup besar, bahkan ketua Janet Yellen pekan lalu juga menghimbau kepada para penerusnya agar tetap waspada terhadap kesulitan naiknya angka inflasi AS tersebut.

Alhasil membuat harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak menguat $4,30 atau 0,33% di level $1296,10 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Maret di bursa untuk sementara bergerak menguat $0,04 atau 0,22% di level $17,13 pertroy ounce.

Dari hasil Fed minutes, dapat dipahami bahwa kenaikan suku bunga the Fed akan sangat berhati-hati di masa depan alias akan lebih lama waktunya, demikian ungkap sebagian besar pengamat, kecuali the Fed memutuskan mengurangi target angka inflasi maka kenaikan suku bunga masih akan atraktif.

Tarik-ulur reformasi pajak juga sedang terjadi di pekan ini dan di pekan ini direncanakan bahwa Presiden Trump akan segera bertemu dengan anggota Senat dari Republik untuk menyamakan rasa dan kata. Bila ada titik temu, maka bola panas akan segera dipindah ke Kongres untuk mendapatkan persetujuan menjadi undang-undang. Jalan berliku memang sedang menghinggapi situasi di AS sehingga emas sangat nyaman untuk di sisi belinya.

Disisi lain bahwa harga emas naik juga mendapatkan dukungan dari bank sentral Rusia yang akan menaikkan cadangan emasnya yang digunakan sebagai pengamanan cadangan keuangannya. Dari Jepang juga ada pemicu penahan kenaikan emas karena diperkirakan bank sentral Jepang akan segera menaikkan suku bunganya meski inflasi masih dibawah targetnya.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, BBC
Sumber gambar: BBC

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.