Harga Emas Menguat Tipis Sedikit Jauhi Level Terendah 4 Bulan

0
817

JAVAFX – Berita komoditas di hari Kamis(7/12/2017), harga emas menguat tipis sedikit jauhi level terendah 4 bulannya pada perdagangan kemarin seakan menginspirasi kepada investor bahwa harga emas harusnya tidak menjauhi level psikologisnya di $1300 pertroy ounce dimana situasi geopolitik di Timur Tengah dan ancaman tutupnya jalannya pemerintahan AS membantu emas diruang belinya.

Setelah kasus Michael Flynn terberangus oleh waktu dan ada kesalahan dalam waktu Trump yang telah menjadi presiden AS yang mendapatkan bantuan Rusia, membuat investor lelah mempertahankan sikap safe havennya sehingga kemarin melakukan beli emas kembali setelah ada ancaman penutupan pemerintahan AS karena kekurangan dana anggaran.

Persetujuan anggaran baru oleh Kongres memang sangat diharapkan pemerintahan Trump sebelum libur Natal nanti, sehingga kejelasan jalannya pemerintahan AS menunggu pelebaran anggaran tersebut. Situasi ketidakpastian tersebut coba dimanfaatkan investor untuk mengoleksi portfolio pengamannya.

Timur Tengah memanas lagi setelah Presiden Trump setuju Yerusalem dijadikan sebagai ibukota Israel, sehingga ini membuat kawasan tersebut memanas dan investor lebih memilih untuk mengamankan investasinya karena kuatir kawasan tersebut akan bergejolak.

Hal inilah yang sedikit banyak membuat harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $1,96 atau 0,19% di level $1263,80 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Maret di Comex ditutup melemah $0,08 atau 0,49% di level $15,99 pertroy ounce.

Pembatasan kenaikan emas masih terganggu dengan hasil lolosnya reformasi pajak di Senat AS di akhir pekan lalu, sehingga tinggal ada kesepakatan dengan House of Representative atau Kongres AS untuk dapat persetujuan sehingga nanti akan diserahkan ke Presiden Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang pajak yang baru sebelum Tahun Baru.

Pasar akan melihat rekonsiliasi antara Senat dengan Kongres ini, apakah masih berjalan seiring atau tidak. Faktor menunggu inilah yang membuat investor sedikit enggan melakukan beli emas secara besar.

Sejauh ini, pasar melihat bahwa kesempatan lolos dari Kongres akan terbuka lebar sehingga bersikap menjual emasnya. Memang masalah pajak AS bisa membuat investor banyak memburu portfolio berlatar belakang dolar AS karena dapat dipastikan pemerintah AS akan bergantung kepada hutang secara defisit anggarannya pertahun bisa bertambah sekitar $1,4 trilyun akibat pemberlakuan pajak baru ini.

Reformasi pajak merupakan pendukung dari tekad kenaikan suku bunga the Fed yang makin menguat dimasa mendatang seperti keinginan sebelumnya yang diucapkan Janet Yellen dan Jerome Powell bahwa suku bunga the Fed akan berada diatas level normalnya demi menjaga produktivitas kinerja ekonomi AS serta menjaga kestabilan ekonomi itu sendiri. Mendengar kata kenaikan suku bunga the Fed, tentu bukan pendukung kenaikan emas.

Sejauh ini pula yang membawa bursa saham Wall Street mengalami pelemahannya dimana DowJones futures ditutup turun 0,20%. Hal ini membuat indeks dolar atau Dixie naik 0,26% di angka 93,574. Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas adalah neraca perdagangan Australia dan klaim pengangguran mingguan AS.

Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, BBC
Sumber gambar: Wall Street Journal