Harga Emas Menjauh Dari Level Terendahnya

Mengakhiri perdagangan minggu ini, harga emas nampak berusaha menjauh dari level terendahnya dalam multi-minggu yang disentuh pada hari sebelumnya. Berbaliknya arah Dolar AS secara moderat dari level tertinggi selama dua dekade, seiring dengan penurunan imbal hasil obligasi AS sehingga menawarkan beberapa dukungan. Adanya ekspektasi bahwa Fed masih akan bersikap hawkish Fed dalam menaikkan suku bunga, membatasi upaya kenaikan harga emas lebih lanjut menjelang data pekerjaan AS (NFP).

Emas memperoleh beberapa daya tarik positif dan berusaha pulih setelah turun besar di perdagangan pada hari sebelumnya ke level di bawah $1.690, ini merupakan posisi terendah sejak 21 Juli. Kenaikan intraday yang stabil mengangkat harga spot ke tertinggi baru harian, lebih jauh di atas level $1.700 selama perdagangan di awal sesi Eropa.

Dolar AS sendiri secara mengejutkan justru melemah dan bergerak menjauh dari posisi tertinggi dalam dua dekade yang disentuh sehari sebelumnya di tengah beberapa reposisi perdagangan menjelang laporan pekerjaan bulanan AS yang diawasi ketat. Terlepas dari ini, nada yang lebih lembut di sekitar imbal hasil obligasi Treasury AS yang lebih lanjut berkontribusi pada penurunan moderat USD. Pada gilirannya, hal ini dipandang sebagai dukungan pinjaman untuk komoditas berdenominasi dolar. Dengan melihat bahwa setiap langkah positif yang berarti masih tampak sulit dipahami di tengah ekspektasi Fed yang hawkish.

Pasar tampaknya yakin bahwa bank sentral AS akan terus memperketat kebijakannya guna menjinakkan inflasi dan telah memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 75 bps pada pertemuan di bulan September. Keyakinan akan hal ini ditegaskan kembali oleh pernyataan bernada hawkish yang disampaikan baru-baru ini oleh beberapa pejabat Fed. Ini akan bertindak sebagai penarik untuk peningkatan imbal hasil obligasi AS dan membatasi penurunan korektif USD yang berarti, membatasi kenaikan untuk logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil, setidaknya untuk saat ini.

Investor mungkin juga lebih memilih untuk menyingkir dan menunggu katalis baru. Oleh karena itu, fokus pasar masih akan tetap terpaku pada laporan NFP AS, yang akan dirilis nanti pada awal sesi Amerika. Data tersebut mungkin mempengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan akan memainkan peran kunci dalam mempengaruhi dinamika harga Dolar AS. Hal ini, pada gilirannya, akan membantu investor untuk menentukan lintasan jangka pendek untuk emas menjelang pertemuan penting FOMC pada 20-21 September.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.