Harga Emas Tertekan Lebih Dari 1%.

0
71

JAVAFX – Berita komoditas di hari Kamis(28/9/2017), harga emas tertekan lebih dari 1% kembali pada perdagangan kemarin setelah pasar melihat pernyataan Yellen bahwa kenaikan suku bunga AS sebaiknya tidak bertahap dan tidak terjadwal karena desakan panasnya ekonomi AS disertai rencana percepatan reformasi pajak dan membaiknya data pesanan barang AS.

Pernyataan Janet Yellen sehari sebelumnya membuat pasar bahwa sepertinya the Fed akan melakukan percepatan kenaikan suku bunga meskipun inflasi AS masih jauh dibawah target the Fed, sehingga emas masih dalam tekanan. Mendengar kata kenaikan suku bunga the Fed maka reaksi emas langsung negatif.

Faktor reformasi pajak dan pernyataan Yellen tersebut membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah tajam $16,10 atau 1,24% di level $1285,60 pertroy ounce. Untuk harga perak kontrak Desember di Comex ditutup melemah $0,10 atau 0,58% di level $16,79 pertroy ounce.

Yellen bersikeras bahwa dengan akan naiknya suku bunga the Fed tersebut akan membuat langkah pertumbuhan ekonomi AS dapat serasi lajunya, dan lambat laun kondisi inflasi dengan sendirinya akan segera melewati target 2%nya. Dalam pertemuan di forum bisnis AS semalam, ucapan Yellen ini membuat perkiraan kenaikan suku bunga the Fed di Desember meningkat menjadi 80%, naik dari Senen di 72%.

Kegagalan emas untuk membuat revans juga terjadi setelah data pesanan barang AS mengalami kenaikan kembali sehingga mendukung laju pertumbuhan ekonomi atau PDB AS yang akan rilis di malam ini dengan perkiraan juga akan masih membaik.

Selain itu penguatan dolar AS semalam dan membuat emas terkoreksi tajam lagi disaat parlemen AS sedang membicarakan reformasi pajak AS. Pembentukan undang-undang yang baru tersebut tentu membuat kaget pasar dimana pengurangan pajak yang dipercepat ini sungguh akan sangat mendukung laju PDB AS yang bisa naik sekitar 1% dalam waktu cepat.

Sehingga hal ini membuat arus modal banyak yang masuk ke AS karena unsur pemotongan pajak AS yang baru ini juga akan besar disertai pula perubahan penghasilan kena pajak yang berubah juga akan mendorong masyarakat kelas menengah kebawah AS untuk ditingkatkan daya belinya, sehingga ekonomi AS bisa membaik dan emas akan terpuruk

Sejauh ini pula yang membawa bursa saham Wall Street mengalami penguatan dimana DowJones spot ditutup menguat 0,31%. Sedangkan indeks dolar atau Dixie naik 0,50% di angka 93,417. Hari ini pasar emas menantikan ucapan Kuroda, Carney dan data dari AS seperti PDB dan klaim pengangguran mingguan.

Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch
Sumber gambar: Investopedia