Harga Emas Tetap Melemah Jelang Data Penjualan Eceran AS

0
118

JAVAFX – Harga emas tetap melemah jelang data penjualan eceran AS di perdagangan kali ini dengan pemicu juga bahwa situasi Semenanjung Korea yang mulai reda kondisinya.


Kondisi geopolitik yang mulai mereda dan menanti data AS tersebut membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak melemah $9,70 atau 0,81% di level $1274,50 per troy ounce.

Untuk harga perak kontrak September di Comex untuk sementara bergerak melemah $0,25 atau 1,47% di level $16,87 per troy ounce.

Mulai redanya situasi yang panas di Semenanjung Korea membuat investor mengambil inisiatif dengan langkah mulai meninggalkan aksi mengamankan portfolio investasinya mengingat situasi keamanan yang berpotensi tidak terganggu kemungkinan besar akan membawa dampak yang optimal bagi jalannya roda ekonomi dunia kedepan.

Redanya konflik di Korea tersebut mengakhiri episode safe haven emas dan berganti dengan mencari investasi yang beresiko atau risk aversion seperti pasar uang dan pasar ekuitas dunia.

Redanya konflik tersebut terjadi setelah Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan Menteri Sekretaris Negara Rex Tillerson menyatakan bahwa pemerintah Trump akan terus mencari upaya resolusi diplomatik dengan Pyongyang, dan nampaknya ini juga diamini dan didukung oleh Presiden China Xi Jinping bahwa pihaknya telah menelepon Presiden Trump untuk segera berunding dengan Presiden Kim Jong-un untuk memecahkan masalah ini.

Sementara itu, direktur CIA Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional HR McMaster di kesempatan terpisah mengatakan bahwa tidak akan ada indikasi perang dengan Korea Utara akan pecah.

Hal ini membuat untuk sementara pasar emas tidak panik sehingga harga emas juga lambat laun mengalami tekanan kembali.

Nampak sekali pasar akan kembali beraktifitas secara normal alias kembali melihat data-data ekonomi global seperti yang akan terjadi hari ini.

Dari AS akan muncul komponen data pertumbuhan, seperti data penjualan eceran dan aktivitas pabrikan di New York.

Kemungkinan besar data penjualan eceran yang mewakili 2/3 dari komponen pertumbuhan ekonomi sebuah negara dinyatakan akan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Bila hal ini terjadi, maka greenback akan membuat perlawanan yang besar sebelum rilisnya paparan the Fed di malam selanjutnya.

Fed minutes atau paparan hasil rapat the Fed sebelumnya akan rilis di Kamis dini hari, dimana seperti kita ketahui sejak FOMC meeting bulan Juni lalu, Janet Yellen menyatakan bahwa kondisi tenaga kerja yang ketat membuat dirinya yakin bahwa the Fed masih bisa menaikkan suku bunga dengan tetap waspada terhadap tingkat inflasinya.

Disini kita bisa melihat bahwa the Fed memang masih atraktif untuk menaikkan suku bunganya, namun sayang tingkat inflasi yang masih rendah justru menjadi titik mundur dengan suku bunga yang tinggi karena dapat menimbulkan daya beli yang anjlok.

Inilah yang membuat the Fed mulai berpikir untuk memperbaiki neracanya terlebih dahulu agar mempunyai simpanan yang besar untuk melakukan intervensi pasar bila terjadi penurunan daya beli tersebut.

Namun bila penjualan eceran AS membaik, maka peta inflasi AS akan berubah.

Kemarin pasar emas dunia dikecewakan dengan data ekonomi dari China.

Data-data pertumbuhan ekonomi China seperti data penjualan eceran, produksi industri dan penanaman modal dalam negeri China, kesemuanya dilaporkan lebih buruk dibanding periode sebelumnya, sehingga diperkirakan pertumbuhan ekonomi China akan melamban.

Arti turunnya pertumbuhan ekonomi China maka diperkirakan juga bahwa daya beli konsumen China juga akan turun dan membuat impor emas China juga akan mengalami penurunan.

Dan diperkirakan daya beli emas di China yang turun akan bertahan hingga bulan depan.

Sumber berita: Reuters, Investing, Kitco, Bloomberg, MarketWatch
Sumber gambar: Spiegel