Harga Minyak Lanjutkan Episode Positif

JAVAFX – Berita minyak di hari Kamis(15/2/2018), harga minyak lanjutkan episode positif pada perdagangan siang hingga sore hari ini dimana unsur aksi beli lanjutan ini terbantu oleh melemahnya nilai dolar AS serta di dukung oleh pernyataan Khalid al-Falih.

Alhasil membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Maret di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara menguat $0,76 atau 1,25% di level $61,36 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak April di pasar ICE Futures London sementara sedang melemah $0,53 atau 0,82% di harga $64,89 per barel.

Penguatan harga minyak juga dibantu oleh melemahnya dolar AS akibat data ekonomi AS yang kurang bagus, sehingga harga minyak terlihat lebih murah. Investor memang menyukai kondisi dolar AS yang melemah sehingga mereka akan merasa lebih banyak untuk melakukan kontrak pembelian terhadap minyak.

Penguatan lanjutan ini sebagai berkat dari uraian pernyataan dari Menteri Minyak Arab Saudi Khalid al-Falih yang menyatakan bahwa produksi minyak Saudi Aramco akan mengalami penurunan sebesar 100 ribu bph mulai Maret nanti dan ekspornya akan menjadi di bawah 7 juta bph mulai bulan ini. Dirinya bersama OPEC akan tetap mempertahankan pengurangan pasokan minyak dunia sepanjang tahun ini yang sudah dilakukan sejak 2017 lalu dan al-Falih sangat yakin bahwa pasokan minyak dunia akan segera seimbang bahkan bisa defisit dengan langkah OPEC dan Rusia tersebut.

Selain itu dukungan terhadap kenaikan harga minyak setelah pandangan Citi bahwa pertumbuhan ekonomi global yang membaik maka akan meningkatkan permintaan konsumsi minyak dunia. Citi memperkirakan bahwa 2018 ini, pasokan minyak akan kelebihan pasokan hanya 0,2 juta bph atau bahkan 0 karena sisi permintaan yang meningkat tersebut.

Ini hampir mirip dengan laporan bulanan OPEC yang rilis pekan ini di mana OPEC menyatakan bahwa perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia akan tumbuh 1,59 juta bph atau naik 60 ribu bph dengan pendorong utama dari impor China. Tumbuhnya minyak dari kelompok kartel produsen minyak ini menunjukkan bahwa ekonomi dunia sedang membaik. Sedangkan keluaran produksi minyak non-OPEC akan meningkat pula menjadi 59,62 juta bph atau naik 320 ribu bph dari perkiraan yang terakhir.

Namun EIA dalam laporan mingguannya menyatakan bahwa produksi minyak AS menjadi 10,27 juta bph, sedikit meningkat dibanding sebelumnya 10,24 juta bph. Mengenai persediaan minyak mentah juga mengalami kenaikan sebesar 1,841 juta barel. Untuk persediaan bensin juga naik sebesar 3,599 juta barel. Untuk minyak pemanas dan solar persediaannya turun sebesar 459 ribu barel. Kapasitas terpasang unit pengolahan minyak mengalami penurunan menjadi 89,8%

Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, CNBC
Sumber gambar: CNBC

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.