Harga Minyak Terus Melemah Seiring Banjir di Texas

JAVAFX – Berita komoditas di hari Rabu(30/8/2017), harga minyak terus melemah seiring banjir di Texas pada perdagangan sore ini sehingga membuat sejumlah kilang minyak AS masih ditutup produksinya karena banjir.

Badai Harvey membuat banjir di sebagian besar daerah pengolahan minyak dan gas milik AS sehingga kekuatiran bahwa eksplorasi dan produksi pengolahan minyak mentah AS akan menurun di minggu ini karena tutupnya sebagian besar pabrik pengolahan minyak AS sepertinya terbukti.

Goldman Sachs menyatakan bahwa produksi pengolahan minyak yang mengalami penutupan sekitar 4,1 juta barel perhari atau setara dengan 23% dari total produksi pengolahan atau penyulingan minyak nasional AS. Goldman Sachs juga memperkirakan 1,4 juta barel perhari eksplorasi minyak mentah ditutup atau sama dengan 15% produksi nasional AS.

Pelabuhan minyak di Corpus Christi Texas telah ditutup oleh otoritas pelabuhan setempat. Harga bensin di AS kembali melonjak lebih dari 3% hari ini menjadi $1,83 per galonnya, tertinggi sejak 15 Juli 2015. Kilang pengolahan minyak terbesar di AS yang terletak di Texas, Motiva Enterprises dengan produksi minyak olahan 603 ribu barel perhari telah ditutup karena banjir. Sedangkan persiapan datangnya hujan deras dan berpotensi banjir, kilang pengolahan minyak milik Total dengan produksi 225 ribu barel perhari di Texas juga sudah ditutup.

Faktor badai Harvey membuat kilang-kilang pengolahan minyak AS banyak yang tutup, sehingga permintaan minyak mentah akan turun. Hal ini membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Oktober di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,37 atau 0,40% di level $46,07 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Oktober di pasar ICE Futures London sementara sedang melemah $0,59 atau 1,16% di harga $51,43 per barel.

Potensi badai Harvey kali ini merupakan badai terbesar dalam 12 tahun terakhir, melintasi daerah kantong minyak dan gas AS dan telah menewaskan 9 penduduk setempat. Di Gulf Coast atau Teluk Meksiko merupakan daerah penting bagi produksi nasional AS karena sekitar 45% kapasitas produksi pengolahan minyak nasional AS dan 51% pengolahan gas AS berada di situ, menurut EIA.

Menjadi perhatian penting bagi investor minyak bahwa sejak awal tahun ini, harga minyak telah turun sekitar 14%. Ini juga dapat diartikan bahwa harga minyak akan berkisar antara $45 hingga $52 per barel, karena nampaknya pula bahwa minyak WTI punya sisi resistansi yang kuat di level $50 perbarel dan support beli di level $46 perbarel.

API tadi juga melaporkan bahwa persediaan minyak AS turun 5,7880 juta barel, sedangkan bahan bakar naik 480 ribu barel dan minyak suling turun 490 ribu barel

Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, CNBC, MarketWatch
Sumber gambar: Barrons

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.