Imbal Hasil T-Bills Melejit Picu Harga Emas Terkoreksi Kembali

JAVAFX – Imbal hasil t-Bills melejit picu harga emas terkoreksi kembali pada perdagangan awal pekan kemarin di mana ini merupakan peringatan bagi investor emas bahwa kenaikan suku bunga the Fed tidak bisa dibendung legi pada pertemuan suku bunga minggu depan.

Pekan lalu, harga emas memang sempat bertengger di area tertinggi 11 pekannya, namun sejak adanya Beige Book, langkah emas terus mundur menjauhi level tertinggi tersebut. Persoalan perang dagang sudah mendekati titik-titik akhir masalah berkenaan dengan kunjungan Menteri Keuangan Steven Mnuchin ke Beijing untuk membahas perdagangan dengan China.
Alhasil hal ini membuat harga emas kontrak Juni di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $11,70 atau 0,87% di level $1326,60 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak Juli di Comex ditutup melemah $0,56 atau 3,25% di level $17,61 per troy ounce.

Dalam Beige Book disebutkan bahwa the Fed khawatir dengan beberapa kebijakan fiskal Trump terutama kebijakan tarif impor barang yang dapat menimbulkan perang dagang internasional. Namun the Fed masih yakin dengan kondisi panasnya ekonomi AS yang ditunjang oleh sektor kredit yang berjalan bagus, daya beli konsumen yang terus meningkat serta ketatnya lapangan kerja AS, sehingga dapat disimpulkan bahwa kenaikan suku bunga the Fed masih harus berlangsung hingga tahun depan.

Investor membaca kalimat Beige Book yang hawkish makin dipertegas pula oleh sebagian besar pejabat the Fed, dan sudah barang tentu kondisi seperti ini memang bukan cerita bagus buat emas.

Langkah emas mundur juga berkat program denuklirisasi Korea Utara yang sudah mendapatkan lampu hijau dari Korea Utara dan AS untuk segera terwujud dalam waktu dekat, sehingga potensi safe haven emas juga akan segera berakhir. Beberapa pekan sebelumnya, pasar seringkali dikejutkan dengan cuitan Presiden Trump di Twitter yang selalu akan menggugah perhatian investor, kadang bullish ke emas, kadang pula bearish bagi emas.

Beberapa data ekonomi AS semalam juga membaik sehingga mendorong imbal hasil surat hutang AS, t-Bills terus mendekati level 3%. Ini berarti isyarat kenaikan suku bunga the Fed semakin mengencang. Hal ini tentu membuat harga emas mengalami tekanan kembali.

Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street mengalami pelemahannya di mana bursa Dow turun 0,06%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami penguatannya sebesar 0,62% di level 90,927. Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas adalah data inflasi Australia dan Jepang, IFO Jerman, sentimen konsumen AS dan penjualan rumah baru AS.

 

Penulis: Adhi Gunadhi
Sumber berita: Reuters, Investing, Bloomberg, MarketWatch, BBC
Sumber gambar: Reuters

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.