Irak Akan Pangkas Produksi Minyak, Patuhi Aturan OPEC

JAVAFX – Irak akan segera mematuhi pengurangan produksi minyak setelah berbulan-bulan produksi berlebih, hal itu dikatakan Menteri Perminyakan Irak kepada CNBC hari Selasa. Produsen minyak terbesar kedua di OPEC ini sering dicap sebagai anggota yang bermasalah karena memproduksi minyak secara berlebihan bahkan ketika kelompok itu mencoba mengekang produksi pada saat harga minyak rendah.

Pada bulan Agustus, Baghdad melaporkan produksi minyak tertinggi pada rekor 4,6 juta barel per hari (bph), volume yang terus meningkat selama beberapa tahun terakhir meskipun hampir dua dekade terjadi perang dan pertempuran berdarah selama tiga tahun terakhir melawan ISIS.

Gold Trading

“Kami berusaha mematuhi komitmen bahwa kami telah sepakat pada tanggal 3 Desember tahun lalu dengan rekan-rekan kamid I OPEC dan diluar OPEC, tetapi dengan kesulitan, tentu saja”, kata Thamer Ghadhban, Menteri Perminyakan Irak kepada CNBC di Abu Dhabi. Diantara kesulitan-kesulitan itu adalah perselisihan dengan Pemerintah Daerah semi-otonom Kurdi (KRG) yang memegang sekitar 30% cadangan minyak Irak, serta permintaan daya domestic yang tinggi di negara itu selama berbulan-bulan musim yang panas di Irak.

“Segera dari sekarang, mulai bulan ini, kita akan kembali normal dan… minyak mentah untuk pembangkit listrik akan turun menjadi sekitar 80.000. 85.000 (bpd) alih-alih 205.000, kata Menteri.  Dalam beberapa pekan terakhir, Irak harus memperbaiki sekitar 200.000 barel per hari untuk pembangkit listrik local, dibandingkan dengan permintaan domestic pada musim dingin sekitar 75.000 bph. Produksi ini dating disamping peningkatan produksi dan kapasitas ekspor dari Kurdi.

 

 

 

 

 

Swendy

sumber cnbc.com