Iran Genjot Program Nuklir, Oil Berpotensi Kembali Naik

Iran mengumumkan telah meluncurkan mesin Sentrifugal canggih generasi baru untuk mempercepat proses pengayaan Uranium. Iran menunjukkan sikap tidak tunduknya pada kesepakatan nuklir tahun 2015 setelah di tinggalkan Amerika pada tahun 2018 karena ingin melakukan negosiasi ulang atas perjanjian tahun 2015 itu.

Gold Trading

Dalam perjanjian tahun 2015 itu, Iran hanya di ijinkan untuk memperkaya Uranium dengan mesin IR-1 yang merupakan barang kuno dan mudah rusak. Iran kemudian mulai menggunakan mesin IR-6 untuk memurnikan Uranium 10x lebih cepat. Mesin IR-1 ini dari 30 sentrifugal ke 60 sentrifugal. Para ilmuwan Iran mulai mengerjakan IR-9 yang dapat memperkaya Uranium 50x lebih cepat dari IR-1. Hal ini tentu saja di kecam oleh Amerika dan Uni Eropa.

Akibat memanasnya situasi ini harga Oil memiliki potensi untuk kembali naik. Saat ini, prediksi pergerakan Oil adalah melemah menuju support satu di level 55.78 karena penguatan Dolar AS akibat optimisme akan damai dagang AS dan Cina. Namun pelemahan Oil ini nampaknya masih tertahan di area level 56.00-56.30 karena situasi di Iran dan bisa saja jika tidak dapat menembus area di bawah level 56.00-56.30 maka Oil di prediksi akan berbalik naik menuju resisten satu di level 57.34.