Jelang pengumuman hasil pertemuan FOMC, emas tergerus 3,80 dolar

Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah membukukan kenaikan dua hari berturut-turut, karena investor melakukan konsolidasi menjelang pengumuman hasil pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang dapat memberikan indikasi tentang apa yang akan dilakukan bank sentral tentang melonjaknya imbal hasil obligasi AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, tergerus 3,8 dolar AS atau 0,22 persen, menjadi ditutup pada 1.727,10 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, Selasa (16/3/2021), emas berjangka menguat 1,7 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.730,90 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka juga terangkat 9,40 dolar AS atau 0,55 persen menjadi 1.729,20 dolar AS pada Senin (15/3/021), setelah terkikis 2,80 dolar AS atau 0,16 persen menjadi 1.719,80 dolar AS pada Jumat (12/3/2021), dan naik tipis 0,8 dolar AS atau 0,05 persen menjadi 1.722,60 dolar AS pada Kamis (11/3/2021).

Pengumuman FOMC setelah pasar ditutup mengindikasikan bahwa Federal Reserve bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2,00 persen untuk jangka waktu tertentu.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan inflasi sementara tidak akan memenuhi standar Fed untuk setiap perubahan kebijakan.

Bank sentral juga mengulangi janjinya untuk mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol untuk tahun-tahun mendatang, dan memperkirakan ekonomi AS tahun ini akan tumbuh 6,5 perseni, terbesar sejak 1984, serta pengangguran turun menjadi 4,5 persen pada akhir tahun.

“Salah satu poin penting adalah bahwa Fed perlu melihat hasil dalam hal pertumbuhan ekonomi, inflasi dan lapangan kerja sebelum mereka bergerak menaikkan suku bunga dan bukan perkiraan dan itu akan mendukung emas dalam waktu dekat,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, dikutip dari Reuters.

Emas mendapat dukungan dari penurunan dolar 0,5 persen, membuat emas dalam mata uang greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Emas juga setelah penutupan pasar reguler dalam e-trading sebagai respon atas pengumuman kebijakan Federal Reserve.

“Salah satu alasan mengapa pasar obligasi sejauh ini tidak terlalu terkesan, yang dapat membantu mendukung dolar dan menutup reli emas,” kata Tai Wong, seorang pedagang di bank investasi BMO di New York, menunjuk ke meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Imbal hasil acuan (obligasi AS 10-tahun) tetap tinggi setelah Fed memproyeksikan lonjakan pertumbuhan ekonomi tanpa kenaikan suku bunga hingga 2023.

Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS telah menantang status itu karena diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Emas kurang menarik bagi investor karena imbal hasil didorong oleh tingkat nominal alih-alih ekspektasi inflasi, kata ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 5,5 sen atau 0,21 persen menjadi ditutup pada 26,058 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman April jatuh 19,8 dolar AS atau 1,62 persen menjadi menetap pada 1.199,30 dolar AS per ounce.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden Tarik Pasukan AS dari Afghanistan Paling Lambat 11 September

Presiden AS Joe Biden telah memutuskan akan menarik pasukan Amerika dari Afghanistan paling lambat 11 September 2021, 20 tahun setelah serangan al-Qaida memicu perang...

Houthi Rudal Kilang Arab Saudi, Harga Minyak Naik

JAVAFX - Harga minyak naik tipis pada perdagangan hari Selasa (13/04/2021) pagi di sesi Asia di tengah ketegangan di Timur Tengah setelah kelompok Houthi...

Trump akan bantu Republik menangi kursi Kongres 2022

Mantan Presiden AS Donald Trump berusaha memosisikan dirinya sebagai dalang Partai Republik pada Sabtu (10/4), seraya mengatakan kepada para penyumbang partai bahwa dia akan...

Harga Emas Dibawah Tekanan Jelang AS Rilis Data

JAVAFX - Pasar saham turun dari level tertingginya karena ketegangan meningkat menuju rilis angka inflasi AS, yang mungkin menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data China...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502