Kekurangan Pasokan iPhone Akan Memengaruhi Pendapatan di Seluruh Dunia

JAVAFX – Para pejabat kesehatan China mengatakan bahwa Jumlah korban baru yang terinfeksi virus corona di daratan China turun di bawah 2.000 pada hari Selasa untuk pertama kalinya sejak Januari, meskipun para pakar global memperingatkan masih terlalu dini untuk mengatakan terhenti, virus masih memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat dan otoritas kesehatan global harus tetap waspada.

Virus yang menyebar dengan cepat ini merenggut telah 98 nyawa lagi sehingga total korban jiwa di daratan China menjadi 1.868, dengan 1.886 infeksi baru yang dikonfirmasi dengan total 72.436, kata Komisi Kesehatan Nasional.

Gold Trading

Pembatasan pada perjalanan dan pergerakan telah membantu membatasi penyebaran virus di luar pusat gempa di provinsi Hubei, China, akan tetapi semuanya itu memerlukan biaya yang besar dan sangat berpengaruh pada ekonomi Tiongkok dan bisnis global.

Aktivitas manufaktur perusahaan teknologi di China sudah memulai kembali bekerja, akan tetapi pendapatan mereka lebih lambat dari yang diharapkan.

Apple Inc (NASDAQ: AAPL) telah menjadi perusahaan terbaru yang menandai penurunan pendapatan karena terkena dampak dari Covid-19, dan itu merupakan penurunan pendapatan pada kuartal pertama hingga bulan Maret karena produksi iPhone juga melambat serta permintaan yang lemah di China.

“Kekurangan pasokan iPhone ini untuk sementara waktu akan memengaruhi pendapatan di seluruh dunia,” kata perusahaan itu.

Analis di Nomura kembali menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China pada kuartal pertama menjadi 3%, setengah dari laju pada kuartal keempat, dan ada juga risiko yang bisa membuatnya lebih lebih lemah lagi. Akibat dampak dari Covid-19 itu, terlalu banyak sektor yang dirusak dan stimulus kebijakan awal tidak akan sangat efektif.

China juga jarang mengalami kasus yang terjadi dari permintaan dan pasokan yang minyak. Namun, dengan beberapa kilang independen China mengambil pasokan minyak mentah setelah absen dari pasar selama berminggu-minggu, para pedagang mengulurkan harapan bahwa permintaan China  dapat pulih dalam beberapa bulan mendatang.

Pihak berwenang Cina mengatakan stabilisasi dalam jumlah kasus baru adalah tanda bahwa mereka telah mengambil tindakan untuk menghentikan penyebaran penyakit ini. Jumlah infeksi harian baru di daratan China belum di bawah 2.000 sejak Januari. 30, sementara jumlah kematian harian belum mencapai di bawah 100 sejak Februari 11.

Meski begitu, virus masih memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat dan otoritas kesehatan global harus tetap waspada terhadap wabah yang lebih luas, kata Jimmy Whitworth, profesor Kesehatan Masyarakat Internasional, London School of Hygiene dan Tropical Medicine. Sementara itu layanan kesehatan di negara lain perlu tetap waspada untuk mengidentifikasi semua kasus dan mencegah penularan ke populasi mereka selanjutnya.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan “Data China tampaknya menunjukkan penurunan dalam kasus baru, namun tren ini harus ditafsirkan dengan sangat hati-hati karena tren dapat berubah ketika populasi baru terpengaruh.”