Kesepakatan Dagang AS-Cina Tertunda, Yen Jepang Menguat

Ada sentiment negatif dari perjanjian dagang antara AS dan Cina karena penandatanganan kesepakatan dagang tahap I antara Trump dan Xi Jin Ping yang sedianya akan di lakukan di bulan ini menjadi mundur ke bulan Desember karena kedua pihak masih memerlukan waktu untuk mendiskusikan poin-poin yang akan masuk ke dalam kesepakatan tahap satu beserta dengan lokasi penandatangannya yang masih di cari lokasinya yang paling baik.

Semula kesepakatan dagang akan di tandangani di sela-sela pertemuan APEC di Chile. Namun Chile membatalkan pertemuan tersebut karena aksi demo besar-besaran yang masih terjadi di negaranya. Dengan pemberitaan bahwa kedua kepala negara tak akan bertemu hingga bulan Desember nanti, maka para pelaku pasar pesimis bahwa penandatanganan dapat di lakukan di bulan November. Akibatnya, harapan bahwa kedua negara tersebut dapat terhindar dari Hard Landing alias perlambatan pertumbuhan yang signifikan, untuk sementara ini mengalami kemunduran. IMF memproyeksikan ekonomi AS akan melambat dari 2.85% pada tahun 2018 menjadi 2.6% pada tahun 2019. Pada tahun 2020 ekonomi AS di proyeksikan terus merosot ke 1.9% saja. Sedangkan Cina pertumbuhan ekonominya di prediksi akan melemah dari 6.6% pada tahun 2018 menjadi 6.2% pada tahun 2019. Pada tahun 2020 ekonomi Cina di proyeksikan terus merosot ke 6.0% saja.

Gold Trading

Keadaan ini membuat bursa Asia mengalami pelemahan dan diikuti juga dengan pelemahan mata uang berbagai negara terhadap Dolar AS dan terhadap Yen Jepang sebagai Save Havens. Mata uang yang melemah terhadap Dolar AS adalah  NZDUSD yang turun dari 0.6368 ke level 0.6346, USDCAD naik dari 1.3181 ke level 1.3196, GBPUSD turun dari level 1.2859 ke level 1.2837, EURUSD turun dari level 1.1071 ke level 1.1054, AUDUSD turun dari level 0.6884 ke level 0.6861, USDJPY turun dari level 108.96 ke level 108.66, GBPJPY turun dari level 140.10 ke level 139.52.

Secara teknikal GBPUSD di prediksi dapat turun ke level 1.2811-1.2833 pada area antara Support satu dan dua, EURUSD di prediksi dapat turun menuju support dua di level 1.1046, EURJPY di prediksi dapat turun menuju support tiga di level 119.77 dan GBPJPY di prediksi dapat turun menuju support dua di level 139.41.