Home Analisa Fundamental Minggu Depan, Emas Diyakini Masih Bersinar

Minggu Depan, Emas Diyakini Masih Bersinar

0
Golden bullion on pile of gold nuggets

JAVAFX – Dalam satu minggu ini, di mana vaksin telah mendominasi berita utama, pasar saham dunia telah mendorong melewati beberapa level resistensi untuk menjaga tema berisiko terus berdetak. Ini terjadi ketika AS terus berjuang dengan pandemi coronavirus dan telah mencatat jumlah hari kasus secara berturut-turut.

Ini sesuatu yang menarik bagi pergerakan harga emas. Karena lazimnya jika aset berisiko reli, emas akan turun tetapi kali ini  tidak. Pasalnya, disaat bersama dolar AS melemah sehingga memberikan ruang bagi emas untuk mendorong lebih tinggi harganya di bursa global.

Ada peringatan besar untuk ini. Jika pasar saham jatuh kadang-kadang ada juga likuidasi pada emas hal ini karena adanya kebutuhan margin call  yang perlu segera ditutupi di tempat lain. Sebagai gambaran kondisi ini terjadi dalam penurunan harga emas periode 9-16 Maret.

Sementara jika ada penguncian nasional kembali lagi di AS, emas mungkin akan keluar sebagai juara sekali lagi karena akan lebih tekanan jual saham lokal. Emas kemudian bisa menjadi surga pilihan yang aman sekali lagi.

Disisi lain, potensi kenaikan harga emas dalam pekan mendatang masih juga didukung dengan proyeksi dana untuk menyelamatkan ekonomi akibat wabah Corona. Aturannya, semakin tinggi hutang ditumpuk, semakin kuat harga emas naik.

Sejumlah bankir dari bank sentral di seluruh dunia masih berkomitmen untuk mencetak uang mereka. ECB bahkan sedikit tidak berguna minggu ini dimana Lagarde tidak bisa terlalu hawkish pada kondisi pemulihan karena EUR sudah terbang.

Dalam hal tertimbang perdagangan Euro, ECB bisa sedikit khawatir tentang level tinggi saat ini. Setelah mengatakan bahwa EUR adalah yang terbaik dari banyak mata uang yang memburuk.

The Fed dan BoE juga terus berkomitmen untuk sikap kebijakan moneter akomodatif saat ini tetapi pembicara Fed mengkonfirmasi mandat masih inflasi dan pekerjaan. Di Inggris, kesadaran bahwa skema Furlough akan segera berakhir dicatat dan angka ketenagakerjaan dapat mencerminkan hal itu dalam beberapa bulan mendatang.

Masih ada berita buruk yang akan datang tetapi pertanyaannya tetap apakah lebih banyak stimulus akan ditambahkan untuk mengatasi badai.

Secara teknis, melihat pergerakan harga emas secara mingguan menunjukkan harga bertahan di atas konsolidasi atas sebelumnya USD 1802,92 per ounce dari September 2011. Ada beberapa keraguan minggu ini karena harga tidak mengalami percepatan seperti yang disarankan beberapa analis.

Karena itu, grafik masih sangat bullish. Harga masih bisa mencapai dan bahkan menembus level tertinggi sepanjang masa, tetapi mungkin perlu ada retracement terlebih dahulu.

Itulah sebabnya semua level support perlu lainnya ditandai di grafik. Level utama berikutnya pada sisi negatifnya adalah di $ 1677.15 per ounce. Meski sulit untuk melihat harga jatuh sangat jauh dari level saat ini tetapi hal-hal aneh bisa saja terjadi di pasar. Tetapi sebelum itu, area $ 1750 – 1700 per ons bisa menjadi level support kuat juga.

Dengan skala 4 jam, pergerakan harga emas menunjukkan pola konsolidasi bagaimana emas berhenti di level tinggi saat ini. Ada kebutuhan untuk menembus batas atas sekali lagi Ini bisa menjadi kunci menuju minggu depan. Kemacetan antara area USD 1700-50 per ounce juga lebih mudah dilihat pada jangka waktu ini. Area nilai rata-rata dalam konsolidasi ini mendekati USD 1730 per ons dan levelnya sudah seperti magnet ketika harga berada di sekitar titik itu. Ini berarti itu bisa menjadi dukungan yang baik di masa depan.

Indikator ekonomi yang perlu mendapat perhatian dalam sepekan mendatang salah satunya adalah Indek PMI. Selain itu juga rencana keputusan Bank Sentral China, PBoC mengenai suku bunga terkini. Pasar mengharapkan tidak ada perubahan tingkat suku bunga.

Disisi lain, laporan PBoC mungkin menarik karena komitmen mereka terhadap stimulus dapat disesuaikan. Retorika terbaru menunjukkan ini tidak terjadi karena seorang pejabat mengatakan “kebijakan dan tindakan dibuat sebagai tanggapan terhadap wabah koronavirus, dan begitu mereka menyelesaikan misi mereka, mereka telah keluar,” Guo Kai, wakil direktur departemen kebijakan moneter dari People’s Bank of China, mengatakan kepada wartawan Jumat lalu. Dia melanjutkan dengan mengatakan “Pada setengah tahun berikutnya, ekonomi akan kembali normal, dan peran kebijakan moneter tradisional mungkin menjadi lebih jelas,”.

Dengan demikian, peristiwa besar yang perlu dicermati lebih rinci adalah PMI. Jika jumlahnya bisa mencapai di atas 50, artinya kondisi mengalami ekspansi, posisi sebagaimana yang diperkirakan oleh para pengamat. Ingat angka-angka ini bekerja pada tingkat basis perubahan sehingga bahkan jika mereka melakukannya bukan berarti ekonomi keluar dari hutan.

Pada akhirnya, pelaku pasar masih berkeyakinan bahwa kondisi perdagangan masih cukup bullishdi minggu depan. Dalam jangka panjang, emas masih meyakinkan dengan kenaikannya meski akan ada beberapa perdagangan yang bersifat sideways selama beberapa minggu mendatang. Perkiraan rata-rata jangka panjang bertahan pada USD 1817 per troy ons dan itu hanya sepelemparan batu dari tingkat harga saat ini.