Minyak Mentah Masih Belum Lepas Dari Kekhawatiran Pasokan di AS

Minyak mencatat kenaikan pada hari Senin, kenaikan yang disebabkan oleh kekhawatiran atas masih ditutupnya produksi di Amerika Serikat efek berkepanjangan Badai Ida. Dan analis memperkirakan harga masih akan tetap dalam kisaran di pasar yang stabil selama beberapa bulan mendatang.

Sejalan dengan itu, harga minyak diperkirakan belum akan mampu mencatat kenaikan dalam waktu dekat, meski pada saat yang sama diperkirakan tidak akan segera jatuh. Sementara itu, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) pekan lalu mengatakan pihaknya memperkirakan harga minyak jenis Brent masih akan tetap mendekati level saat ini hingga tahun 2021 berakhir, rata-rata $71 per barel selama kuartal keempat.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada hari Senin memangkas perkiraan permintaan minyak dunia untuk kuartal terakhir 2021 ini, karena varian virus corona Delta dan mengatakan akan tertundanya kelanjutan pemulihan hingga tahun depan.

Kelompok produsen mengatakan dalam laporan bulanan bahwa mereka memperkirakan permintaan minyak rata-rata 99,7 juta barel per hari (bph) pada kuartal keempat 2021, turun 110.000 bph dari perkiraan bulan lalu.

Harga minyak mentah sejauh ini masih mendapat dukungan dari dampak Badai Ida pada output AS. Sekitar tiga perempat dari produksi minyak lepas pantai di Teluk Meksiko, atau sekitar 1,4 juta barel per hari, masih terhenti sejak akhir Agustus. Gangguan lebih lanjut dari cuaca buruk mungkin akan segera terjadi, dengan topan tropis Nicholas di Teluk Meksiko dan diperkirakan akan menguat menjadi badai dalam beberapa hari mendatang, kata Pusat Badai Nasional AS (NHC).

Namun, jumlah rig yang beroperasi di Amerika Serikat tumbuh dalam minggu terakhir, penyedia layanan energi Baker Hughes mengatakan, menunjukkan produksi bisa meningkat dalam beberapa minggu mendatang.

Kekhawatiran pasokan juga masih terjadi dari rencana China yang akan melepas cadangan minyak strategisnya, sementara harapan pembicaraan baru tentang kesepakatan nuklir yang lebih luas antara Iran dan Barat muncul setelah pengawas atom PBB mencapai kesepakatan dengan Iran pada hari Minggu tentang layanan peralatan pemantauan yang terlambat tetap berjalan.

China pada hari Senin mengatakan akan mengumumkan rincian rencana penjualan minyak mentah dari cadangan strategisnya jika waktunya sudah tepat.

Minyak mentah Brent naik 55 sen, atau 0,8%, menjadi $73,47 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 64 sen, atau 0,9%, pada $70,36. Brent telah bertahan antara $70 dan $74 per barel selama tiga minggu terakhir.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.