Minyak Naik Di Tengah Melemahnya Dolar AS

0
231
Strategi-Trading-Minyak-Mentah

Harga minyak mentah naik lebih dari 1% di sesi perdagangan Selasa, pangkas penurunan sesi sebelumnya, menyusul melemahnya dolar AS mengimbangi meningkatnya pembatasan COVID-19 di China yang memicu kekhawatiran menurunnya permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia itu.

Minyak mentah Brent pengiriman Januari naik $1,53, atau 1,7%, menjadi $94,34 per barel. Sementara, kontrak berjangka Desember berakhir pada hari Senin berada di $94,83 per barel, turun 1%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $1,38, atau 1,6%, menjadi $87,91 per barel, setelah turun 1,6% di sesi sebelumnya.

Baik minyak Brent maupun WTI, akhiri bulan Oktober dengan membukukan kenaikan bulanan pertama sejak Mei, setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia mengatakan akan memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari (bph).

OPEC menaikkan perkiraan permintaan minyak dunia untuk jangka menengah dan panjang pada hari Senin, seraya mengatakan bahwa investasi $12,1 triliun diperlukan untuk memenuhi permintaan ini di tengah transisi ke sumber energi terbarukan.

Pembatasan COVID-19 di China memaksa penutupan sementara resor Disney Shanghai pada Senin dan memicu kekhawatiran menurunnya permintaan bahan bakar di negara importir minyak mentah utama dunia atas kebijakan nol-COVID-nya.

Pembatasan pandemi yang ketat telah menyebabkan aktivitas pabrik China turun pada Oktober dan memotong impornya dari Jepang dan Korea Selatan.