Minyak Pertahankan Momentum, Meski Terhambat Kekhawatiran

Minyak mentah naik pada hari Rabu setelah data industri menunjukkanpersediaan minyak AS melebihi perkiraan dan OPEC naikkan prospek permintaan minyak. Namun, kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran tentang virus korona dan meningkatnya pasokan sumber energi.

Minyak mentah berjangka Brent naik 42 sen, atau 0,6% menjadi $64,09 per barel, setelah naik 39 sen pada hari Selasa. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 40 sen, atau 0,7% menjadi $60,58 per barel, menyusul kenaikan hari Selasa sebesar 48 sen.

Tanda-tanda pemulihan ekonomi yang kuat di China dan Amerika Serikat telah mendukung kenaikan harga minyak baru-baru ini, tetapi kekhawatiran atas peluncuran vaksin yang terhenti di seluruh dunia dan melonjaknya infeksi COVID-19 di India dan Brasil telah membatasi kenaikan.

Dolar AS yang melemah juga memberikan dorongan ringan dalam beberapa hari terakhir tetapi tidak ada dorongan bullish utama untuk membebaskan minyak mentah dari kisaran perdagangan yang sempit. Dolar yang lemah, yang mencapai posisi terendah tiga minggu pada hari Rabu, membuat pembelian minyak mentah lebih murah bagi negara-negara yang menggunakan. mata uang lainnya.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengubah perkiraannya pada Selasa untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia tahun ini, yang memperkirakan permintaan akan naik 5,95 juta barel per hari (bph) pada 2021, naik 70.000 bpd dari perkiraan bulan lalu. Ini mengandalkan pandemi mereda dan pembatasan perjalanan dipermudah.

Terus mendukung pasar pada hari Rabu, sumber mengatakan data dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah turun 3,6 juta barel dalam pekan hingga 9 April, dibandingkan dengan perkiraan penurunan sekitar 2,9 juta barel dari analis yang disurvei oleh Reuters.

Trader saat ini sedang menunggu apakah data inventaris resmi dari AS. Administrasi Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu sesuai dengan pandangan itu.

Kenaikan pasar dibatasi karena kekhawatiran tentang peningkatan produksi minyak di Amerika Serikat dan meningkatnya pasokan dari Iran pada saat OPEC dan sekutunya akan menambah pasokan mulai Mei. EIA mengatakan minggu ini produksi minyak dari tujuh formasi serpih utama diharapkan naik 13.000 barel per hari pada Mei menjadi 7,61 juta barel per hari.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Presiden Korea Selatan Dijadwalkan Bertemu Biden di Gedung Putih

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 21 Mei mendatang akan menjadi pemimpin dunia kedua yang bertemu langsung dengan Presiden Joe Biden di Gedung Putih,...

Saat Pasar Fokus Pada Inflasi, Dolar AS Tertahan Retorika Fed

Dolar AS tidak dapat berbuat banyak, dan harus ikhas tertahan tidak jauh dari level terendah tahun ini atas masih setianya para pelaku pasar terhadap Federal Reserve yang akan tetap teguh pada pengaturan kebijakan yang kendur menjelang data inflasi tahunan AS yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan tajam.

Politikus Konservatif AS Klaim Kebijakan Iklim Biden akan Pangkas Konsumsi Daging

Beberapa anggota parlemen kubu Republik dan politikus konservatif di AS terus mengumbar klaim bohong bahwa kebijakan iklim Presiden Joe Biden akan memangkas jumlah konsumsi...

Biden Teken Perintah Eksekutif Keamanan Siber Pasca Peretasan Colonial Pipeline

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani perintah eksekutif, Rabu (2/5), terkait peningkatan kemampuan keamanan siber federal, termasuk standar keamanan digital di seluruh sektor...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502