Home Uncategorized Partai Republik Unggul Sementara, Dolar AS Diprediksi Akan Kembali Menguat

Partai Republik Unggul Sementara, Dolar AS Diprediksi Akan Kembali Menguat

0
Dolar AS yang sempat tertekan lumayan hebat sejak awal November kini mulai menemukan pegangan. Dollar Index (yang mengukur posisi dolar AS di hadapan enam mata uang utama dunia) di awal November 2018 mulai melemah dari level 97.08 hingga posisi terendah hari ini, 07 November 2018, di level 95.90. Namun, nampaknya investor mulai percaya diri untuk kembali mengoleksi dolar AS karena pelaku pasar melihat hasil dari Pemilu sela di Amerika Serikat yang mulai terlihat, dan meski masih sangat awal tetapi Partai Republik memimpin peroleh kursi di House of Representative dan Senat AS.
Pada pukul 09:04 WIB, dari 110 kursi Senat yang diperebutkan sudah ada 77 yang terisi atau 70%. Hasilnya, Partai Republik meraih 43 kursi (43%) sementara Partai Demokrat memperoleh 33 kursi (33%).
Hasil mengejutkan terlihat di perolehan suara untuk anggota Kongres (DPR AS). Pada pukul 09:06 WIB, ada 90 kursi yang sudah sah dari 435 yang diperebutkan atau 20,69%. Dari 90 kursi itu, Partai Republik memimpin dengan jumlah 50 kursi (11,5%) dan Partai Demokrat merengkuh 40 kursi (9,2%).
Perolehan suara di Kongres AS sejauh ini memutarbalikkan perkiraan bahwa Partai Demokrat akan mendominasi karena masyarakat dianggap banyak yang tidak menyukai kebijakan Trump yang kontroversial. Jika hasil ini bertahan sampai final, maka peta politik AS tidak akan berubah yaitu tetap dikuasai oleh partai Republik. Bila ini terjadi, maka posisi trump dalam menetapkan kebijakannya akan semakin kuat dan tetap berjalan sesuai rencana.
Meski Trump adalah figur yang penuh kontroversi, tetapi harus diakui kebijakannya sangat pro pasar. Kebijakan Trump yang sangat membantu pasar adalah dengan memangkas tarif Pajak Penghasilan (PPh) sehingga perusahaan publik dan masyarakat AS dapat meningkatkan daya beli dan investasinya. Sejak Trump memerintah, Wall Street menguat sekitar 20%. Salah satu pendorongnya adalah kinerja emiten yang semakin baik karena lonjakan laba bersih akibat pemotongan tarif PPh.
Peta politik AS yang mulai terbaca membuat pelaku pasar mulai meninggalkan posisi wait and see. Arus modal diprediksi kembali merapat ke AS sehingga perlahan tapi pasti mata uang AS ini akan kembali menguat dari keterpurukannya di awal November 2018 ini dan diprediksi dapat kembali naik menuju posisi pembukaan di awal November 2018 di level 97.0 bahkan lebih daripada itu hingga level 97.40 pada bolinger atas 5 time frame bulanan jika hasil final dari pemilihan anggota Senat dan Kongres ini benar-benar dimenangkan oleh Partai republik secara mutlak. Kita nantikan terus perkembangan penghitungan suara ini hingga akhir dan dinyatakan sah pemenangnya.