PBB di Indonesia dan Pemerintah luncurkan laporan pencapaian SDGs

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia meluncurkan Laporan PBB dan Pemerintah Indonesia Tahun 2021 (UN in Indonesia Country Results Report 2021) yang merinci tentang upaya PBB dan Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Sekarang, kita harus melipatgandakan upaya kita jika kita ingin tetap memenuhi komitmen No one left behind dan mencapai SDG pada tahun 2030,” kata Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Valerie Julliand dalam rilis pers yang dikutip Antara, Jakarta, Selasa.

Valerie mengatakan bahwa laporan itu merupakan bukti bagaimana PBB dan Pemerintah Indonesia bersatu untuk mengatasi tantangan seperti pandemi COVID-19.

“Laporan ini menjadi catatan pencapaian luar biasa kami di tahun 2021.

Saya yakin ini juga akan mendorong kami untuk menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Taufik Hanafi, mewakili Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah menjalin kemitraan yang efektif dengan Badan PBB di Indonesia melalui berbagai dukungan, kerja sama, dan mobilisasi sumber daya untuk mendukung pencapaian prioritas pembangunan nasional dalam beberapa dekade terakhir.

“Ke depan, Pemerintah Indonesia akan terus memajukan pembiayaan inovatif untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan memperkuat analisis data, teknologi, pemberdayaan pemuda, dan digitalisasi,” katanya.

Diluncurkan secara resmi di BAPPENAS–UN Forum 2022, laporan hasil 2021 tersebut mengurai pencapaian Kerangka Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021–2025 (United Nations Sustainable Development Cooperation Framework/UNSDCF) pada tahun pertama pelaksanaannya dan merinci cara-cara yang dilakukan oleh PBB dan pemerintah untuk mewujudkan SDGs.

Sementara BAPPENAS–UN Forum, yang dimulai pada 2014, merupakan platform utama untuk dialog strategis antara Pemerintah Indonesia dan PBB.

Indonesia 2021 Country Results Report sejalan dengan empat prioritas strategis UNSDCF yang menargetkan pembangunan manusia secara inklusif, transformasi ekonomi, pembangunan hijau, perubahan iklim & bencana alam serta inovasi untuk mempercepat kemajuan menuju SDGs.

Adapun beberapa hasil penting dari empat bidang hasil UNSDCF pada 2021 antara lain bahwa 35,89 juta orang secara tidak langsung telah mendapat manfaat dari dukungan PBB untuk memperkuat program perlindungan sosial.

Hasil konkret berikutnya adalah bahwa 204 UMKM di wilayah terdampak gempa, tsunami, dan COVID-19 telah mendapat bantuan pemulihan bencana dan ketahanan.

Kemudian, 569.374 orang yang tinggal di daerah pedesaan telah mengakses listrik yang dihasilkan dari sumber terbarukan melalui proyek MTRE3 PBB dan 34 provinsi di Indonesia telah menggunakan platform digital yang didukung PBB untuk memantau dan mengelola administrasi vaksinasi./data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_220628_210719_032.sdocx

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.