Pedagang Pilih Simpan Minyak, Tunggu China Pulih

JAVAFX – Pialang utama komoditi minyak telah telah menyewa tempat-tempat penyimpanan minyak di Korea Selatan untuk menjaga minyak mentah dalam tangki sampai permintaan Cina dan Asia secara umum pulih dari pukulan wabah Corona, demikian sebagaimana dilansir Reuters.

Gold Trading

Glencore, Trafigura, Mercuria, dan unit perdagangan minyak dari Total Prancis telah menyewa hampir 15 juta barel tangki penyimpanan minyak dari Korea National Oil Corporation (KNOC). KNOC saat ini memiliki sembilan pangkalan penimbunan dengan kapasitas 136 juta barel, ditambah 10 juta barel penyimpanan bawah tanah lainnya yang sedang dibangun, menurut perusahaan Korea Selatan. Setidaknya satu pialang juga menyewa supertanker untuk penyimpanan mengambang dalam jangka pendek.

Permintaan yang tertekan membalik kurva berjangka Brent pada awal Februari ke contango — keadaan pasar di mana harga untuk pengiriman di kemudian hari lebih tinggi daripada harga yang cepat — situasi pasar menandakan kelebihan pasokan dan situasi yang digunakan pedagang untuk menyimpan minyak untuk pengiriman di tanggal kemudian.

Dalam beberapa minggu terakhir, para pedagang berebut menemukan pembeli kargo mentah di Asia, setelah permintaan Cina merosot akibat wabah Corona dan daya beli di Asia teredam sehingga margin penyulingan rendah.

Pekan lalu, pasar spot pemuatan kargo minyak mentah dari Timur Tengah pada bulan April hampir tidak ada, karena permintaan terus tertekan karena wabah Corona sementara para pembeli sedang menunggu harga kargo lebih murah lagi.

Para pialang bertaruh saat ini pada penguatan kembali pembelian minyak mentah di Cina dan Asia setelah situasi kembali normal. Tetapi sebelum situasi kembali normal, ini bisa menjadi lebih buruk, sebagaimana kilang minyak Cina yang terpaksa memangkas operasional kilang dan pemasok minyak memangkas harga untuk pasar Asia.

Produksi minyak mentah China telah dipotong sebesar 1,1 juta barel per hari di Q1, dan saat ini diperkirakan akan turun 500.000 barel per tahun pada kuartal ini, kata IEA pekan lalu, mencatat bahwa wabah Corona akan menyebabkan kontraksi triwulanan pertama dalam permintaan minyak global selama lebih dari 10 tahun terakhir ini.