Pelemahan Yen Yang Terasa Berbeda

JAVAFX – Indeks S&P 500 berada pada posisi lebih tinggi di sesi AS. Dalam kurun waktu 10 tahun, indeks itu  berada pada posisi datar di 1,56%, minyak mentah naik 2,5% dan emas sejajar mendatar dengan posisi Indeks AS tersebut. Semua itu terjadi setelah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China membantu pabrik dan perusahaan teknologi serta penurunan dalam jumlah orang yang terinfeksi virus corona.

Namun, posisi yen Jepang telah berada di bawah tekanan jual yang sangat kuat, melemah lebih dari 1% terhadap USD selama 24 jam terakhir. Bloomberg mencatat bahwa jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Jepang meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sepekan terakhir, karena ini lebih dari sekadar kasus flu biasa yang pernah terjadi diluar dari Tokyo.

Gold Trading

Pergerakan USDJPY semalam berada dalam masa sulit, namun terlalu rumit untuk dijelaskan tetapi tidak bisa diabaikan, dengan pelemahan posisi sangat besar di sepanjang perdagangan. Melemahnya Yen biasanya terkait dengan kondisi pasar yang sangat berisiko, atau pasar menjual yen untuk membeli aset AS. Tetapi penting untuk dipahami bahwa kelemahan Yen tidak terlalu berisiko karena banyak aset Jepang berbondong-bondong berjalan keluar pasar Tokyo.

Penurunan Yen hari ini berbeda karena banyak aliran USDJPY ini menemukan jalan mereka ke Emas.

Meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi jepang beradai di jurang kehancuran secara finansial, atau tergelincir ke dalam resesi sehingga membuat Yen terperosok jatuh. Dalam hal ini, memiliki beberapa aset AS tidak akan terlalu menonjol karena tidak adanya kualitas yang terlalu menonjol dalam aset tersebut.

Saham Eropa tidak dapat dijadikan investasi karena masih berada di zona negative dan Jerman berada dekat dengan resesi. Untuk saham Asia juga sama, karena perlambatan manufaktur global atau berada dekat dengan jurang resesi dan ditengah kekhawatiran jumlah korban meninggal karena terinfeksi virus corona. Lalu bagaimana dengan Inggris, UK mungkin masih memperjuangkan persyaratan Brexit dan Hard Brexit. Begitu juga dengan Kanada, masih banyak menanggung hutang konsumen dan bergerak tergantung pada harga minyak.

Saat ini tidak ada yang aman untuk bisa dijadikan instrument investasi yang tepat bagi Jepang ketika memasuki pasar AS, baik sektor teknologi, obligasi, komoditi dan emas.

Penurunan Yen bukan karena Jepang telah memutuskan tawaran pada AS akan menyediakan instrument investasi yang menarik, tetapi karena prospek perekonomian yang buruh di Jepang sehingga pasar melepaskan Yen.

Jika ekonomi AS telah berhasil menopang pertumbuhan global dalam beberapa tahun terakhir, kali ini langkah itu sedikit terhenti karena wabah virus corona menyerang pasar modal global yang sekarang sedang terluka.

Tingkat penularan Covid19, yang telah menjadi pusat kekhawatiran pasar minyak yang memberikan dorongan sentimen pasar bergerak signifikan ke zona merah.

Ketegangan di Libya yang telah menyebabkan penutupan pelabuhan dan ladang minyak negara itu tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir, sementara sanksi AS terhadap anak perusahaan utama minyak negara Rusia yakni Rosneft untuk memotong pasar minyak mentah Venezuela telah membantu menghidupkan kembali kekhawatiran pasokan minyak global.

Pemimpin Libya yang diakui secara internasional Fayez al-Serraj memupus harapan untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian pada Rabu setelah Tentara Nasional Libya (LNA) Khalifa Haftar menembaki pelabuhan ibukota, yang dikuasai oleh pemerintah al-Serraj.

Di luar epidemi virus, tinjauan kebijakan The Fed akan menjadi titik arah berikutnya untuk emas. Tidak hanya suku bunga yang lebih rendah yang akan menjadi fungsi reaksi dari kekhawatiran pertumbuhan global, yang harus terus mendukung emas sampai akhir tahun 2020, tetapi setidaknya, keinginan The Fed untuk menerima inflasi dengan menunjukkan tingkat suku bunga yang rendah untuk tahun-tahun mendatang.