Ketegangan Turki dan Rusia Di Syria Di Prediksi Naikkan Harga Minyak

Hubungan Turki dan Rusia semakin meruncing karena Rusia membantu pasukan Syria menyerang wilayah Aleppo dan Idlib dari para pemberontak penentang Presiden Bashar Al-Assad. Wilayah Aleppo bahkan sudah di kuasai oleh pasukan militer pemerintah Suriah. Militer Rusia bahkan mengatakan kepada Turki bahwa seharusnya Turki tidak tak membela kelompok teroris di Idlib. Rusia membantu pasukan Syria karena Rusia menuduh pasukan pemberontak menyerang pos-pos militer Rusia.

Gold Trading

Erdogan mengancam agar pasukan Syria segera di Tarik mundur dari belakang pos-pos militer Turki di wilayah Idlib yang didirikan berdasarkan kesepakatan Turki dan Rusia tahun 2018. Turki mengultimatum agar pasukan Syria di Tarik mundur dari Idlib paling tidak akhir bulan ini atau operasi militer Turki akan di lakukan terhadap pasukan Syria.

Ketegangan ini di prediksi akan menjadi salah satu penyebab terjadinya kekhawatiran akan terjadi perang antar kedua negara besar yang pernah terlibat dalam Perang Dunia I dan dapat membuat harga minyak bumi kembali mengalami kenaikan terutama jika kedua negara tersebut terlibat dalam perang secara langsung di Syria.

Saat ini Oil yang sempat di buka naik dari level 53.65 ke level 54.10, akhirnya berbalik turun kembali menuju level 53.45. Oil di prediksi masih dapat terkoreksi turun menuju pivot di level 53.22 hingga mendekati support satu di level 52.64. Jika pelemahan Oil tidak sanggup mendekati bahkan menembus level 52.64 maka Oil Di prediksi akan kembali naik menuju resisten satu di level 54.27 hingga level 54.85 pada resisten dua.