Pergerakan Dolar AS Belum Bersemangat

JAVAFX – Pergerakan dolar AS belum bersemangat pada perdagangan sesi Asia siang ini dimana arah pergerakan ini sebagai bentuk aksi jual lanjutan mata uang Inggris dan mengoleksi mata uang AS jelang pertemuan denuklirisasi Korea Utara dan Fed meeting pekan ini.

Secara umum dolar AS masih bergerak memberikan tekanannya kepada mata uang Inggris, dan sejauh ini juga GBPUSD untuk sementara sedang berada di level 1.3409 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 1.3406. USDJPY untuk sementara berada di level 109,72 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 109,54. Untuk AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7606 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7596.

Gold Trading

Pound dan mata uang utama dunia lainnya khususnya yen, memang masih bergerak dengan sisi pelemahannya terhadap dolar AS di mana ini terbentuk sejak pekan lalu di kala beberapa data ekonomi di AS sedang membaik seperti data klaim pengangguran AS yang bertahan di level terbaik sejak 50 tahun terakhir.

Namun sentimen negatif terhadap aset-aset berlatar belakang dolar AS sedang berkembang di mana pemahaman kurang bijaksananya masalah tarif perdagangan AS membuat investor untuk sementara menghindarkan diri atas aset dari AS tersebut. Inilah poin utama dolar AS beberapa hari perdagangan ini akan selalu mengalami hambatan penguatannya.

Data pesanan pabrikan Jepang tadi pagi dilaporkan membaik, namun rencana pertemuan tingkat tinggi denuklirisasi Korea Utara membuat indeks dolar berhasil menekan yen dan mata uang utama dunia lainnya agar tidak terlalu menguat terhadap mata uang AS. Situasi ini memang sedang dinanti oleh sebagian besar investor di mana pengaruh Semenanjung Korea yang mereda dapat berarti situasi genting di kasa mendatang tidak akan terjadi lagi sehingga aksi safe haven currencies kemungkinan besar tidak akan muncul lagi.

Potensi akan naiknya suku bunga the Fed di pekan ini juga menjadi perdebatan di kalangan ekonom dunia, di mana ada ekonom yang pro kenaikan di pekan ini, ada juga yang menganggap bahwa kenaikan suku bunga the Fed hanya sekali saja ditahun ini dan dan tahun depan. Situasi ini dipengaruhi oleh kondisi pertumbuhan ekonomi AS dan laju inflasinya yang kencang, namun masalah kebijakan tarif perdagangan AS akan menghalangi upaya the Fed melakukan normalisasi kebijakan moneternya. Inilah yang sedikit menahan pergerakan greenback.

(Sumber: Analis JAVAFX)
Untuk mendapatkan free signal trading, analisa market mingguan, full support langsung dari analis,

Hubungi JAVAFX :

Phone / WhatsApp : 082116448874

Apakah Anda membutuhkan informasi Training JAVAFX, Introducer Broker – IB, belajar forex, teknikal forex, signal forex, strategi forex dan analisa forex untuk melakukan transaksi trading forex, trading emas, trading oil, trading index minggu ini? Segera Hubungi Analis JAVAFX
Author : Adhi Gunadhi