Perhatian Emas Beralih Kepada Data Ekonomi AS

0
81

JAVAFX – Analisa fundamental di hari Rabu(30/8/2017), perhatian emas beralih kepada data ekonomi AS yang akan rilis pada perdagangan hari ini sehingga dikuatirkan emas masih mengalami tekanan seperti pada perdagangan kemarin.

Ya memang kemarin emas sempat terbang tinggi dan tetap bertahan di atas level psikologis $1300 per troy ounce-nya, setelah simposium Jackson Hole dapat dipastikan the Fed tidak akan segera merubah kebijakan suku bunganya. Hal ini terungkap dan tersirat bahwa Janet Yellen lebih baik memperbaiki sistem perbankan nasionalnya agar lebih kokoh menghadapi reformasi ekonomi yang akan dijalankan oleh Presiden Trump. Juga karena Korea Utara meluncurkan rudal uji cobanya kembali.

Namun kondisi Korea nampaknya sudah mulai mereda, dan ini telah terlihat sejak tengah malam bahwa teror Korea tersebut mendapat sambutan keras dari Abe dan Trump untuk menjaga wilayahnya dengan menyiagakan penuh terhadap kekuatan militer yang ada. Hal ini membuat Korea Utara agak ciut nyalinya karena China sendiri nampaknya juga tidak senang dengan uji coba senjata Korea tersebut.

Data sentimen konsumen AS yang semalam membaik, membuat mata investor dunia bahwa AS masih layak menjadi tempat untuk berinvestasi. Menandakan bahwa data ADP payroll dan GDP AS juga diperkirakan akan membaik juga nanti malam. Bila semuanya membaik maka kondisi kenaikan suku bunga the Fed akan nampak kembali di tahun ini.

Mendengar kata kenaikan suku bunga the Fed, dapat dipastikan mata uang greenback akan menguat, sekaligus pula akan membuat emas segera dijauhi oleh investor dunia. Sepertinya hal tekanan emas dan penguatan dolar AS juga tidak akan besar karena investor masih menantikan agenda politik Trump di pekan ini.

Trump sendiri sedang menargetkan bahwa reformasi pajak akan selesai sebelum kuartal ketiga tahun ini selesai atau sekitar Oktober ini, pemotongan pajak usaha AS akan berhasil diselesaikan. Sekaligus pembicaraan pelonggaran batas debt ceiling atau batas defisit anggaran yang menjadi momok penghalang reformasi ekonomi Trump selama ini dapat diselesaikan segera.

Kondisi tersebut membuat dolar AS dan emas saling berseteru karena investor yakin bahwa ekonomi AS sedang mencari jalan keluar perbaikannya. Faktor agenda ekonomi Trump ini juga mengharuskan the Fed untuk lebih fokus terhadap bagaimana cara untuk memperbaiki defisit neracanya, dimana biasanya perbaikan neraca akan menghindari perubahan suku bunga dan juga melakukan pelemahan mata uangnya.

Sumber berita: Reuters, MarketWatch, Investing, Bloomberg
Sumber gambar: Financial Times