Peringatan Turunnya Pertumbuhan Dunia Tekan Harga Minyak

JAVAFX – Peringatan turunnya pertumbuhan dunia tekan harga minyak pasca rilisnya pernyataan IEA pada perdagangan minyak siang hari jelang sore ini dengan kenyataan bahwa akan terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi dunia.

IEA menyatakan bahwa Venezuela akan mengalami penurunan kinerja ekonomi akibat dari anjloknya kemampuan negara tersebut dalam melakukan pengelolaan minyaknya dan juga sedang menghadapi embargo AS. Padahal Venezuela merupakan negara pengahsil minyak terbesar di Amerika Latin sekarang ini.

Gold Trading

Ketua IEA Fatih Birol menyatakan beberapa negara penghasil minyak OPEC sedang menghadapi masalah produksi yang sangat terbatas kemampuannya sehingga tidak bisa meningkatkan kapasitasnya. Libya dan Nigeria merupakan negara contoh yang kesulitan menambah pasokannya, sehingga pasokan memang sedang berlebih meski keduanya tidak menambah pasokannya.

Namun kurangnya pasokan dunia sebelumnya disebabkan akan diberinya sanksi AS terhadap Iran sehingga sekitar 2,5 juta bph pasokan minyak dunia akan hilang, sedang kan di sisi lain beberapa produsen minyak dunia juga tidak menambah pasokan untuk menutupi kekurangan pasokan Iran tersebut. Dari AS sendiri dilaporkan juga bahwa menurut Baker Hughes bahwa jumlah kilang minyak yang aktif telah ditutup sebanyak 9 unit sehingga total berkurang menjadi 860 kilang, penurunan jumlah kilang yang aktif terbesar sejak Mei 2016 lalu.

Kondisi ini memang semakin mengartikan bahwa pasokan minyak ke AS akan makin berkurang, padahal wilayah AS kebanyakan sudah mulai masuk musim panen. Pekan lalu data ekonomi beberapa negara di Asia sedang menurun kinerja ekonominya, namun belahan bumi di Utara sedang bersiap diri untuk melakukan awal panen jelang musim gugur datang di pekan ini sehingga pelepasan cadangan minyak strategis milik pemerintah AS diperbesar. Kondisi ini muncul karena para petani mulai melakukan persiapan untuk panen di lahan pertaniannya sehingga membeli bahan bakar lebih banyak jelang musim Gugur tersebut.

Namun akibat adanya perang dagang antara China dengan AS yang masih belum selesai serta mulai menguatnya mata uang AS, telah membuat harga minyak sedikit tertahan penguatannya jelang akhir pekan ini.

Hal ini telah membuat harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak September di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara melemah $0,10 atau 0,15% di level $68,77 per barel. Sedangkan minyak Brent kontrak Oktober di pasar ICE Futures London untuk sementara melemah $0,02 atau 0,03% di harga $76,19 per barel.

Perbaikan harga minyak juga tidak besar karena ada perkiraan akibat perang dagang masih bisa terjadi. Kondisi perang dagang memang belum usai, di mana kondisi ini tidak bersahabat bagi harga minyak karena dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi dunia akan menurun sehingga permintaan konsumsi minyak juga akan merendah, sedang OPEC sudah berusaha menaikkan pasokannya lagi.

(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi