RBA Pangkas Suku Bunga Ke level Terendah Sepanjang Masa

Bursa Saham Eropa Dibuka Positif

Bursa Saham Utama Eropa dibuka Positif. Sementara itu di Wall Street, Dow Jones Industrial turun 15.37 ke 29910.37, S&P 500 naik 36.37 ke 3621.63 dan...

Ekonomi Swiss Rebound Tajam Ditengah Pandemi

PDB Swiss tumbuh sebesar 7,2% pad kuartal ketiga tahun 2020, terbesar setidaknya sejak 1980, setelah penurunan bersejarah sebesar 7% pada kuartal sebelumnya,...

United Kingdom Nationwide Housing Prices YoY (Actual) 6.5 VS 6.2 (Forecast) **BETTER**

Data Nationwide Housing Prices YoY United Kingdom dilaporkan sebesar 6.5. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 6.2. Di saat yang...

Germany Unemployment Rate Harmonised (Actual) 4.5 VS 4.6 (Forecast) **WORSE**

Data Unemployment Rate Harmonised Germany dilaporkan sebesar 4.5. Data ini lebih buruk daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 4.6.

Switzerland GDP Growth Rate QoQ (Actual) 7.2 VS 6.5 (Forecast) **BETTER**

Data GDP Growth Rate QoQ Switzerland dilaporkan sebesar 7.2. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 6.5. Di saat yang sama,...

Nikkei 225 Jepang menguat 1.41%, naik 372 poin dan ditutup di 26806

Nikkei 225 Jepang menguat 1.41% atau 372 poin dan ditutup di 26806 pada tanggal 1 Desember 2020. Dari 223 saham perusahaan besar pilihan yang...

Reserve Bank of Australia (RBA) menurunkan suku bunga ke level terendah sepanjang masa di kisaran 0,1 % – 0,25% pada pertemuan kebijakan Selasa 3 November, seperti yang telah diperkirakan para analis secara luas.

Pembuat kebijakan bank sentral Australia mengatakan mereka akan membeli A$100 miliar obligasi pemerintah dengan jangka waktu sekitar lima sampai sepuluh tahun selama enam bulan ke depan, dengan lelang pertama dijadwalkan pada hari Kamis.

RBA juga memangkas target imbal hasil obligasi tiga tahun menjadi 0,10% dari 0,25%, untuk menyelaraskan dengan suku bunga, yang dijanjikan tidak akan berubah sampai inflasi dapat dipertahankan dalam kisaran target 2-3%. Dewan kebijakan juga menyebut bahwa mereka mengharapkan pertumbuhan PDB Australia yang podistif di Q3, meskipun ada hambatan di negara bagian Victoria.

Pertumbuhan PDB Australia diharapkan menjadi sekitar 6% sepanjang tahun hingga Juni 2021 dan 4% pada tahun 2022. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap tinggi, tetapi mencapai puncaknya sedikit di bawah 8%, daripada 10% yang diharapkan sebelumnya.

sumber: Reserve Bank of Australia

Latest Articles

Harga minyak turun tipis saat pembicaraan produksi OPEC+ tidak pasti

Harga minyak turun tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah ketidakpastian tentang apakah produsen-produsen minyak utama dunia akan setuju untuk memperpanjang...

Emas jatuh lagi, catat bulan terburuk 4 tahun karena optimisme vaksin

Emas jatuh ke terendah lima bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dan mencatat bulan terburuk dalam empat tahun, karena optimisme atas pemulihan...

Pertemuan OPEC+, Perpanjang Pemotongan Atau Naikkan Produksi Bertahap

JAVAFX - Anggota OPEC + akan mempertimbangkan apakah akan memperpanjang pemotongan minyak yang ada selama tiga hingga empat bulan kedepan atau secara...

Sejumlah Fundamental Negatif Membebani Emas

JAVAFX - Tak sedikit pelaku pasar yang tergoda untuk berpikir bahwa pergerakan indek Dolar AS yang lebih rendah baru-baru ini akan mendorong...

Emas Menuju Penurunan Bulan Keempat Beruntun

Harga emas kembali diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin diakhir bulan November. Emas tertekan turun dibawah level $1770,00 Senin pagi yang merupakan...

Survei: infeksi COVID-19 Inggris turun 30 persen selama lockdown

Infeksi COVID-19 telah turun 30 persen saat penguncian nasional (lockdown) selama sebulan di Inggris. Fakta itu diperlihatkan pada Senin (30/11) lewat sebuah penelitian...

Optimisme Pasar Meningkat, Emas Anjlok Ke Level Rendah Lima Bulan

Harga emas lagi ke level lebih rendah pada sesi Asia Senin pagi karena investor melihat masa depan yang lebih optimis.

Reli Emas Masih Nyata Atau Tinggal Impian

JAVAFX - Tahun ini telah terbukti menjadi ajang spekulasi emas dan impian investor setelah logam mulia ini reli dengan keras untuk mencapai...

Biden diprediksi tunjuk ekonom senior masuk tim ekonomi

Presiden terpilih Joe Biden diperkirakan menunjuk mantan penasihat pemerintahan Obama, Neera Tanden, selaku direktur kantor anggaran Gedung Putih dan ekonom Cecilia Rouse selaku ketua...

WHO: Jumlah kematian akibat malaria melebihi COVID-19 di Afrika

Kematian akibat malaria di sub-Sahara Afrika jauh lebih parah daripada yang diakibatkan COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Senin. Menurut WHO, keadaan itu disebabkan...

Get the daily news in your inbox

Related Articles

WHO sebut vaksin dapat kendalikan COVID pada 2021

Pakar kedaruratan terkemuka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (26/11) menyebutkan bahwa penggunaan vaksin COVID-19 dapat memungkinkan dunia mengendalikan penyakit tersebut tahun depan. "Kehidupan yang...

Pertemuan OPEC+, Perpanjang Pemotongan Atau Naikkan Produksi Bertahap

JAVAFX - Anggota OPEC + akan mempertimbangkan apakah akan memperpanjang pemotongan minyak yang ada selama tiga hingga empat bulan kedepan atau secara...

Reli Emas Masih Nyata Atau Tinggal Impian

JAVAFX - Tahun ini telah terbukti menjadi ajang spekulasi emas dan impian investor setelah logam mulia ini reli dengan keras untuk mencapai...

OPEC Dan Sekutunya Cenderung Menunda Kenaikan Produksinya

JAVAFX - OPEC dan sekutunya termasuk Rusia cenderung menunda peningkatan produksi minyak yang direncanakan tahun depan untuk mendukung pasar selama gelombang kedua...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502