Javafx.co.id-Pasar berjangka indeks Amerika Serikat melemah pada Kamis setelah S&P 500 dan Nasdaq Composite sebelumnya ditutup pada rekor tertinggi baru. Pelemahan ini dipicu oleh minimnya perkembangan dalam upaya perdamaian antara AS dan Iran, yang kembali menekan sentimen risiko global. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata akan tetap berlangsung tanpa batas waktu, sembari menunggu proposal baru dari Iran. Namun, pihak Teheran mengisyaratkan belum siap untuk kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.
Meski demikian, performa pasar saham sebelumnya masih menunjukkan kekuatan yang solid. Pada sesi reguler, S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing mencatat kenaikan signifikan, didorong oleh musim laporan keuangan yang positif. Mayoritas perusahaan berhasil melampaui ekspektasi pasar, memperkuat optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan, khususnya di sektor teknologi yang terus menjadi motor utama pergerakan indeks.
Namun, dinamika berubah di perdagangan setelah jam bursa. Saham Tesla bergerak fluktuatif setelah perusahaan mengingatkan potensi lonjakan belanja modal yang cukup besar. Sementara itu, IBM dan ServiceNow mengalami tekanan tajam, masing-masing turun lebih dari 7% dan 12% akibat laporan keuangan yang mengecewakan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tren besar masih positif, selektivitas pasar terhadap kinerja emiten semakin ketat.
Secara keseluruhan, Nasdaq Composite masih berada dalam tren bullish berkat dorongan kuat dari sektor teknologi seperti AI, semikonduktor, dan cloud computing. Namun, bayang-bayang risiko tetap ada, mulai dari ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga minyak hingga potensi kenaikan yield obligasi yang dapat menekan valuasi saham growth. Dengan kombinasi faktor tersebut, Nasdaq saat ini berada dalam kondisi kuat tetapi rapuh masih berpotensi naik, namun sensitif terhadap setiap perubahan sentimen global.
Trading aja dulu
diJAVAaja




