Risk Off Mengkoreksi Bursa Dan Mendorong Naik Harga Emas

JAVAFX – Pelaku pasar memilih untuk melihat dan menunggu perkembangan perundingan dagang AS – China. Tak pelak perdagangan emas diakhir pekan, Jumat (29/11/2019) hanya bergerak bolak balik saja. Sepinya perdagangan juga tak pelas dari jam perdagangan yang hanya separuh karena Black Friday.

Gold Trading

Harga emas berada di jalur penurunan bulanan terbesar sejak November 2016. Pada perdagangan di pasar spot, emas naik 0,1% lebih tinggi menjadi US$1.460,08 per ounce. Harga telah turun sekitar 3,5% bulan ini saja. Sementara dalam perdagangan di bursa berjangka AS  harga emas naik ke $1.459,40 per troy ons.

Sikap pelaku pasar yang demikian ini memang tidak bisa disalahkan. Lebih-lebih setelah Beijing memberikan pernyataan bahwa mereka akan mengambil tindakan balasan terhadap Washington karena Donald Trump mengesahkan undang-undang yang dalam mendukung aksi demonstran Hong Kong.

China pada pekan kemarin, tepatnya di hari Kamis telah memperingatkan akan mengambil “langkah-langkah balasan yang tegas” dalam menanggapi undang-undang AS yang mendukung para pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong. Menurut mereka penandatanganan UU tersebut merupakan langkah mundur pada kemungkinan perjanjian perdagangan, demikian ungkapan kekesalan mereka.

Perkembangan ini tak pelak membuat investor kembali gusar. Investor sebelumnya melompat pada kemungkinan bahwa kesepakatan perdagangan “fase-satu” diantara dua ekonomi terbesar dunia ini dapat segera ditandatangani, mendorong saham dunia untuk mencapai rekor tertinggi dan mengurangi permintaan untuk aset safe haven seperti emas. Aksi risk on yang marak, menjadi tertahan. Bursa saham yang mencetak rekor kenaikannya akhirnya mengalami koreksi. Emas mengambil jalannya kembali dan naik.

Emas, kini mendapati jalur kembali pada catatan kinerja tahunan yang terbaik mereka sejak 2010, setelah naik 13,5% sejauh ini di 2019. Ketidakpastian seputar perang dagang yang berlangsung lama dan kekhawatiran resesi telah memberikan dukungan. Emas telah berhasil bertahan di atas US$1.450 karena ada beberapa perburuan murah. Ini adalah level awal yang baik bagi mereka yang ketinggalan sebelumnya.

Investor mengamati dengan cermat data AS untuk tanda-tanda tentang kesehatan ekonomi terbesar dunia, yang dapat memengaruhi Federal Reserve AS dalam keputusannya tentang pelonggaran moneter lebih lanjut. Pengurangan ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed telah membebani harga emas spot. Meskipun potensi koreksi harga emas bisa membuat turun pada kisaran $1.425 pada akhir tahun ini. (WK)