Sisi Penguatan Emas Diuji Lagi

JAVAFX – Analisa fundamental di hari Kamis(26/10/2017), sisi penguatan emas diuji lagi atau ingin hilangkan pengaruh jualnya pada perdagangan hari ini sebagai bagian bentuk perlawanannya yang cukup sulit untuk kembali mendekati level psikologisnya di $1300 pertroy ounce serta sebuah asa bahwa fundamental ekonomi AS yang akan rilis hari ini tidak akan menggembirakan investor dolar AS karena sedang bimbang dengan calon ketua the Fed yang baru.

Tren pergerakan emas sepertinya mengarah ke pelemahannya, dengan melihat faktor keinginan pasar agar John Taylor yang naik karena Taylor sangat agresif dengan kenaikan suku bunga the Fed, sedangkan ekonom dunia ingin Powell atau Yellen meneruskan menjadi ketua the Fed karena lebih hati-hati menyikapi naiknya suku bunga sehingga pasar sedang was-was hingga 3 November bahwa direncanakan Trump mengumumkannya.

Seperti kita ketahui munculnya John Taylor sebagai kadidat terkuat menjadi ketua ketua the Fed yang baru serta akan dipercepatnya reformasi pajak AS membuat emas kali ini berhasil menekan sempurna greenback sehingga hal ini mengakibatkan harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $0,30 atau 0,02% di level $1278,60 pertroy ounce.

Di sisi lain, fundamental ekonomi AS apakah hari ini mendukung kenaikan suku bunga the Fed di akhir tahun ini sekali lagi ataukah tidak. Data klaim pengangguran mingguan AS apakah masih dibawah 230 ribu klaim ataukah diatasnya angka tersebut. Bilamana masih dibawah angka tersebut maka ada peluang bagi dolar AS menekan mata uang yang lain atau emas, tetapi bila diatas angka 240 ribu klaim maka greenback ada ruang koreksi kembali.

Tingginya angka klaim pengangguran berarti pasar tenaga kerja AS maih akan melunak sehingga kenaikan suku bunga bisa saja sedikit dilunakkan prediksinya. Yang menjadi pertanyaannya sekarang ini bahwa pasar membutuhkan keyakinan terhadap berapa kali lagi di 2018 the Fed akan menaikkan suku bunganya. Antara 3 sampai 4 kali suku bunga the Fed akan naik menurut kehendak pasar. Diperkirakan pula bahwa idealnya suku bunga the Fed tahun depan naik tidak kurang dari 2 dan maksimal 3 kali saja, karena dilihat dari progres reformasi pajak tersebut yang dapat mendorong laju PDB dengan cepat.

Data laju pertumbuhan ekonomi Inggris kemarin sudah rilis lebih baik, namun yang menjadi pertanyaan adalah masih beranikah bank sentral Inggris melakukan kenaikan suku bunganya di bulan depan. Hal yang sama terjadi di bank sentral Uni Eropa, ECB, apakah banknya Mario Draghi tersebut berani memangkas atau tapering terhadap paket stimulus ESMnya sebesar €60 milyar nanti sore. Bila terjadi tapering maka euro bisa membaik dan emas ikut juga membaik.

Sumber berita: Reuters, MarketWatch, Investing, Bloomberg.
Sumber gambar: WSJ

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.