Transaksi e-money Indonesia Meroket 173 Persen

JAVAFX – Menurut data yang diterima dari Bank Indonesia (BI) pada hari Jumat (28/2) mengungkapkan bahwa, transaksi uang elektronik (e-money) di pasar ritel Indonesia melonjak sebesar 173% di bulan  Januari jika dibandingkan dari tahun sebelumnya, dengan teknologi finansial (fintech) non-bank mendominasi bidang ini kala Indonesia bergerak ke arah masyarakat tanpa uang tunai, kata bank sentral Indonesia.

Deputi gubernur senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa pertumbuhan e-money dalam transaksi ritel telah meningkat selama dua tahun terakhir karena konsumen bergeser ke arah kemudahan pilihan non-tunai.

Gold Trading

Destry yang ditemui saat diskusi panel tentang Economic Outlook 2020 CNBC Indonesia di Jakarta mengatakan bahwa “Pada bulan Januari lalu, pertumbuhan e-money mencapai 173% dari tahun ke tahun. Jadi, ini semakin dominan”.

Transaksi e-money mencapai angka Rp15,8 triliun ($1,1 miliar) pada Januari tahun ini, hampir tiga kali lipat transaksi tahun lalu Rp5,8 triliun.

“Kemungkinannya, jika kita melihat ke depan, adalah bahwa para pemain berubah, dari bank-bank menjadi non bank untuk [pasar] ritel dan bagaimana konsumen Indonesia beralih dari ATM dan kartu debit sebagai pilihan pembayaran,” jelas Destry.

Kebanyakan dari mereka adalah pemain non-bank dan memakai aplikasi mobile e-wallet teratas di Indonesia berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan antara tahun 2017 hingga 2019 yaitu Gojek, OVO, DANA, LinkAja, dan Jenius, menurut penelitian bersama antara iPrice Group dan App Annie.