Trump; Amerika Serikat Siap Membantu Lebanon

JAVAFX – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa para jenderal militer AS telah mengatakan kepadanya bahwa mereka merasa ledakan besar yang telah mengguncang ibukota Beirut pada hari Selasa waktu setempat, yang menewaskan sedikitnya 70 orang dalam serangan mengerikan yang kemungkinan disebabkan oleh sebuah bom.

Trump ditanya mengapa ia menyebutnya itu semua adalah serangan sebuah bom dan bukan kecelakaan, terutama karena pejabat Libanon mengatakan mereka belum menentukan penyebab ledakan. Trump juga mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih: “Sepertinya itu didasarkan pada sebuah ledakan bom. Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar AS dan mereka sepertinya merasa begitu. Ini bukan semacam jenis ledakan manufaktur dari suatu peristiwa. Para Jenderal besar AS tampaknya berpikir itu adalah sebuah serangan, itu semacam bom, ya.”

Gold Trading

Trump menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan mengatakan Amerika Serikat siap membantu Lebanon. Dalam ledakan dahsyat itu meratakan banyak pelabuhan dan banyak merusak gedung-gedung di seluruh ibukota, mengirimkan awan jamur raksasa ke langit. Selain mereka yang meninggal, lebih dari 3.000 orang lainnya terluka, dengan mayat-mayat terkubur di reruntuhan, kata para pejabat.

Hingga saat ini, penyebab ledakan itu masih belum diketahui, tetapi laporan awal menunjukkan kebakaran telah meledakkan gudang di pelabuhan. Abbas Ibrahim, kepala Keamanan Umum Lebanon, mengatakan itu mungkin disebabkan oleh bahan peledak yang disita dari sebuah kapal beberapa waktu lalu dan disimpan di pelabuhan. Saluran televisi lokal LBC mengatakan bahan itu adalah amonium nitrat.

Saksi mata melaporkan melihat awan oranye aneh seperti itu yang muncul ketika gas nitrogen dioksida beracun dilepaskan setelah ledakan yang melibatkan nitrat.