Trump Kembali Salahkan The Fed dan Minta Suku Bunga Nol

Trump kembali menyerang The Fed dan menyalahkannya karena perlambatan ekonomi yang terjadi di AS. Trump mengatakan bahwa suku bunga seharusnya di pangkas menjadi nol atau negatif. Trump berharap demikian untuk mempermudah pembiayaan kembali hutang Amerika. Selain berharap suku bunga di turunkan, Trump juga berharap pada saat yang sama hutang dapat di perpanjang jangka waktunya. AS memiliki hutang US$22.5 trilyun, termasuk US$16.7 Trilyun hutang yang di pegang oleh public.

Gold Trading

Beban hutang telah tumbuh menjadi US$2.6 Trilyun di bawah pemerintahan Trump karena langkah pemotongan pajak tahun 2017 yang di gagas Trump dan di setujui Kongres. Wajib pajak telah menghapus US$ 538.6 Milyar biaya bunga pada tahun fiscal 2019.

Hal ini di khawatirkan para ahli akan mengacaukan ekonomi karena jika suku bunga menjadi nol dan akhirnya resesi benar-benar terjadi , maka akan sulit mengatasi resesi tersebut dengan suku bunga nol bahkan negatif. Di samping itu, dengan suku bunga nol bahkan negatif maka arus modal akan berhenti masuk ke Amerika karena kemampuan untuk memberikan imbal hasil (Yields) akan menjadi lebih sulit.

Namun berita ini tidak menjadi penggerak pada hari ini karena para pelaku pasar fokus pada rilis kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) malam ini. Kebijakan ini sangat menjadi perhatian menjelang akhir jabatan Mario Draghi yang akan di gantikan oleh Lagarde (Direktur IMF) pada awal November 2019 ini, terutama kebijakan stimulus yang akan di berikan oleh ECB.