Unik, Harga Emas Senggol Tertinggi dan Termurah Dalam Sepekan

JAVAFX – Perdagangan emas batangan dan emas berjangka mencapai posisi terendah dalam dua minggu ini pada hari Jumat (17/05/2019), melorot dengan tegas dari level bullish $ 1.300. Dorongan turun disebabkan oleh dolar AS yang menguat dan membuat lebih banyak ketidakpastian dalam pembicaraan perdagangan AS-China.

Gold Trading

Dalam perdagangan dibursa spot, yang mencerminkan perdagangan bullion, emas terakhir diperdagangkan pada $ 1,277.81 per troy ons, turun $ 8,85, atau 0,7%. Sementara dalam perdagangan berjangka untuk pengiriman Juni, diperdagangkan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, ditutup turun $ 10,50, atau 0,8%, pada $ 1,275.70 per ounce.

Harga emas dipasar spot gold mencapai puncak tertinggi dalam satu bulan di $ 1,303.35 pada hari Selasa, setelah China membalas tarif AS yang lebih tinggi pada barang-barangnya dengan mengumumkan kenaikan bea masuknya sendiri atas barang dagangan Amerika. Emas Juni melonjak ke tertinggi satu bulan $ 1,304.15 pada hari yang sama.

Tidak seperti banyak aset, emas berada dalam posisi unik atas perang dagang AS-Tiongkok. Perkembangan positif pada hal itu berarti emas batangan dapat mengambil manfaat dari lebih banyak perhiasan dan konsumsi terkait batangan lainnya di Cina, sementara hasil negatif dapat meningkatkan posisi emas sebagai lindung nilai safe-haven terhadap pelemahan lebih lanjut dalam pertumbuhan Tiongkok.

Tetapi dalam beberapa hari terakhir, dolar juga telah naik sebagai lindung nilai terhadap kecemasan perang dagang. Indeks Dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, mencapai tertinggi dua minggu di 97,84 pada hari Jumat. Alhasil, dihari Jumat harga emas melorot tajam.

Dalam sepekan kedepan, sejumlah indikator akan menjadi pusat perhatian pelaku pasar emas. Data ekonomi di hari Senin adalah indek PPI Jerman untuk bulan April. Kemudian sejumlah pejabat bank sentral akan memberikan pernyataan. Baik dari ECB dan The FED yang diwakili oleh Clarida Speaks dan Williams, keduanya merupakan anggota FOMC.

Pada hari Selasa, Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell akan memberikan. Sementara koleganya, Gubernur Bank Sentral Inggris, Mark Carney akan memberikan pernyataan. Selain itu, Anggota FOMC juga akan memberikan pandangannya, Charles Evans dan David Rosengren. Data ekonomi yang akan dirilis adalah penjualan rumah AS dibulan April dan Indek Konsumen Zona Euro untuk bulan Mei.

Risalah FOMC akan menjadi berita utama di hari Rabu bagi pelaku pasar, yang diikuti dengan sejumlah pernyataan dari pejabat Bank Sentral, yaitu William dan Bostic. Sementara juga data PPI dan Indek Harga Konsumen Inggris untuk bulan April juga akan menjadi perhatian. Pasar juga menunggu pernyataan Praet dari European Central Bank.

Dihari Kamis, informasi PDB Jerman untuk kwartal pertama menjadi penting dalam memproyeksikan pergerakan Euro. Sejumlah data minor dari Eropa juga penting seperti Indek PMI Prancis, Jerman dan Zona Eropa. Sementara Indek Iklim Bisnis Ifo Jerman untuk bulan Mei menjadi bahasan utama selain pengungkapan pertemuan ECB sebelumnya.  Eropa menggelar pemilihan untuk parlemen, menjadi sinyal pergerakan Euro.

Pelaku pasar juga menanti data Klaim Pengangguran Awal AS, Penjualan Rumah Baru di AS untuk bulan April dan Indek Manufaktur dan Jasa dibulan Mei.

Sejumlah pejabat FOMC akan memberikan pernyataan, diantaranya adalah Barkin, Boxtic, Daly dan Kaplan. Pernyataan mereka akan dinantikan pasar untuk mengidentifikasi kebijakan suku bunga yang akan dilakukan oleh Bank Sentral AS.

Pada hari Jumat, data ekonomi penting yang dinantikan adalah Pesanan Barang Tahan lama AS untuk bulan April, sebelumnya adalah pengungkapan angka penjualan ritel Inggris dibulan April. Peristiwa penting yang dianggap bisa mempengaruhi Euro secara langsung adalah pemilihan Parlemen Uni Eropa yang merupakan pemilu terbesar jumlah pemilihnya, setelah India. (WK)