Volatilitas Mata Uang & Cara Memperdagangkannya

Volatilitas mata uang ditandai dengan frekuensi perubahan nilai tukar yang cepat di pasar forex. Memahami volatilitas forex dapat membantu Anda memutuskan mata uang mana yang diperdagangkan dan bagaimana caranya. Dalam artikel ini, kami mengeksplorasi apa itu volatilitas forex dan bagaimana mengidentifikasinya, mengungkapkan pasangan mata uang volatilitas tinggi yang harus diwaspadai, dan mengungkapkan strategi yang digunakan untuk perdagangan volatilitas forex yang konsisten.

Apa Itu Volatilitas Dalam Perdagangan Mata Uang?

Volatilitas dalam perdagangan forex adalah ukuran frekuensi dan tingkat perubahan nilai mata uang. Sebuah mata uang dapat digambarkan memiliki volatilitas tinggi atau volatilitas rendah tergantung pada seberapa jauh nilainya menyimpang dari rata-rata – volatilitas adalah ukuran standar deviasi. Lebih banyak volatilitas berarti lebih banyak risiko perdagangan, tetapi juga lebih banyak peluang bagi trader karena pergerakan harga lebih besar.

Di bawah ini adalah grafik yang membandingkan Bitcoin/Dolar AS dan Dolar Selandia Baru/Dolar AS, dengan garis oranye untuk masing-masing menunjukkan Average True Range (ATR), ukuran umum volatilitas. Seperti yang ditunjukkan oleh nilai ATR untuk setiap aset, NZD/USD adalah pasangan mata uang yang stabil, dan BTC/USD jauh lebih fluktuatif.

Cara Mengidentifikasi Volatilitas Mata Uang

Volatilitas mata uang sulit untuk diidentifikasi dan dilacak karena volatilitas pada dasarnya tidak dapat diprediksi. Tetapi ada beberapa metode untuk mengukur volatilitas yang dapat membantu trader memprediksi apa yang mungkin terjadi.

Ada juga dua jenis volatilitas yang perlu ditangani untuk pengukuran yang akurat – volatilitas historis dan volatilitas tersirat. Volatilitas historis telah terjadi, dan volatilitas tersirat adalah ukuran ekspektasi trader untuk masa depan (berdasarkan harga options berjangka).

Anda dapat melihat volatilitas historis dalam grafik, di mana Anda dapat dengan jelas melihat lonjakan dan palung harga. Untuk volatilitas tersirat, trader dapat menggunakan empat indeks CBOE yang mengukur ekspektasi pasar dalam kaitannya dengan volatilitas mata uang.

Perdagangan Mata Uang Volatilitas Tinggi Vs Mata Uang Stabil

Dengan beberapa pasangan mata uang yang paling fluktuatif, trader harus mengharapkan fluktuasi yang sering terjadi. Pasangan mata uang utama cenderung lebih stabil daripada pasangan mata uang pasar berkembang; pasangan mata uang yang lebih likuid cenderung memiliki volatilitas yang lebih sedikit. Beberapa pasangan mata uang yang paling fluktuatif diantaranya:

  • USD/ZAR (Dolar Amerika Serikat/Rand Afrika Selatan)
  • USD/MXN (Dolar Amerika Serikat/Peso Meksiko)
  • USD/TRY (Dolar Amerika Serikat/Lira Turki).

Volatilitas AUD/JPY

AUD/JPY adalah pasangan lain yang secara historis dianggap fluktuatif. Grafik di bawah ini menunjukkan pergerakan harga aset, sekali lagi di samping ATR. Bagian yang dilingkari hanyalah salah satu contoh di mana ATR mencapai level kenaikan baru karena nilai tukar AUD/JPY turun dengan cepat.

Contoh mata uang yang secara tradisional dipandang memiliki volatilitas rendah diantaranya:

  • EUR/GBP (Euro/Pound Sterling)
  • NZD/USD (Dolar Selandia Baru/Dolar Amerika Serikat)
  • USD/CHF (Dolar Amerika Serikat/Franc Swiss)
  • EUR/USD (Euro/Dolar Amerika Serikat).

Anda mungkin menggunakan indikator yang berbeda saat memperdagangkan mata uang volatilitas yang tinggi dan rendah. Untuk mata uang volatilitas yang lebih rendah, Anda dapat menggunakan level support dan resistance. Ini menunjukkan di mana pasar forex telah bergerak naik dan kembali turun, sehingga dapat ditransaksikan dengan membantu Anda memprediksi pergerakan pasar. Anda dapat menentukan stop loss Anda pada level yang menurut Anda tepat untuk memastikan kerugian Anda tidak meningkat.

Ini mungkin lebih sulit dilakukan dengan mata uang yang bergejolak karena perubahan harganya bisa tidak menentu. Ini merupakan beberapa indikator yang dapat Anda gunakan untuk diperdagangkan:

Bollinger Bands: Indikator ini dapat digunakan untuk menunjukkan apakah pasar dalam keadaan overbought atau oversold, meningkatkan kemungkinan harga mulai bergerak ke arah yang berlawanan.

Average True Range: Indikator ini dapat digunakan sebagai ukuran volatilitas, dan dapat diterapkan pada metode menutup perdagangan menggunakan trailing stop untuk membatasi kerugian

Relative Strength Index: Anda dapat menggunakan ini untuk mengukur besarnya perubahan harga, sekali lagi menunjukkan apakah suatu mata uang telah overbought atau oversold sehingga Anda dapat memutuskan posisi Anda.

Mengetahui Perbedaan Antara Volatilitas Dan Risiko

Ada beberapa perbedaan mencolok antara volatilitas dan risiko. Volatilitas berada di luar kendali Anda, sedangkan risiko tidak. dalam hal risiko, Anda dapat memutuskan dengan tepat seberapa banyak Anda bersedia dan mampu mengelola risiko ini. Namun, hubungan antara keduanya kuat. Perdagangan mata uang yang bergejolak selalu membawa risiko karena harga bisa bergerak tajam ke segala arah, kapan saja. Ayunan besar ini dapat memperbesar kerugian juga keuntungan.

Salah satu pola umum yang muncul dalam perdagangan forex melibatkan tingkat mentalitas kelompok – seorang trader memutuskan untuk mengambil kesempatan di pasar yang bergejolak, dimana kebanyakan dipengaruhi oleh fakta bahwa trader lain mengambil tindakan yang sama. Jika terjadi crash pasar, trader bisa saja masuk posisi sell di harga bawah, yang berpotensi menimbulkan kerugian besar. Anda selalu harus sepenuhnya menyadari risiko dan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari perdagangan apa pun, terutama ketika pasar sedang bergejolak. Jangan pernah mengambil risiko berdasarkan pendapat umum tapi gunakan penilaian Anda sendiri, gunakan strategi manajemen risiko pribadi Anda untuk memastikan Anda bertransaksi dengan tingkat risiko yang Anda mampu.

Tips Perdagangan Volatilitas Forex

Ada beberapa strategi dan tip perdagangan volatilitas forex tertentu yang dapat Anda gunakan. Ini akan membantu Anda memaksimalkan perdagangan Anda, tetapi yang terpenting, mereka juga akan membantu Anda meminimalkan risiko sehingga Anda dapat melindungi diri Anda dari kerugian besar. Pasar yang bergejolak selalu berisiko, jadi salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah memiliki strategi dan menaatinya.

Kiat perdagangan volatilitas forex:

  • Trading menggunakan grafik dan indikator
  • Trading seputar berita dan Peristiwa
  • Gunakan stop loss
  • Pertahankan ukuran posisi tetap rendah
  • Patuhi strategi perdagangan forex Anda
  • Buat jurnal perdagangan

Trading Menggunakan Grafik Dan Indikator

Seperti yang dibahas di atas, ada berbagai indikator teknikal yang dapat Anda gunakan untuk mengantisipasi sentimen pasar dan membuat prediksi tentang arah harga di masa depan. Meskipun tidak pasti, menggunakan grafik dan indikator akan membantu Anda merumuskan strategi dan memilih kapan harus masuk posisi.

Trading Di Seputar Berita Dan Peristiwa

Mengikuti berita dan peristiwa terkini dapat mengingatkan Anda tentang peristiwa yang mungkin mmeiliki dampak ekonomi dan memengaruhi nilai mata uang. Volatilitas mata uang sering kali bertepatan dengan turbulensi politik atau ekonomi, sehingga kesadaran umum akan rilis berita dapat Anda amati pada kalender ekonomi JavaFx. Trading dalam peristiwa berita adalah salah satu cara menghindari kondisi yang bergejolak.

Gunakan Stop Loss

Penggunaan Stop Loss selalu menjadi praktik yang baik untuk meminimalkan risiko saat bertransaksi dan ini menjadi lebih penting ketika Anda memperdagangkan mata uang yang mudah berubah. Stop loss Anda akan memastikan bahwa setiap kerugian perdagangan dapat diperhitungkan sebelumnya dan Anda dapat memilih tingkat kerugian yang terjangkau oleh Anda dalam skenario terburuk. Ini sangat penting jika Anda bertransaksi dengan leverage, karena kerugian Anda bisa signifikan, dan Anda bisa mengalami kerugian lebih besar melampaui yang Anda setorkan.

Pertahankan Ukuran Posisi Rendah

Ada potensi kemenangan besar dalam gejolak pasar forex, tetapi ada juga potensi kerugian besar. Menjaga ukuran posisi Anda tetap rendah adalah keputusan yang bijaksana untuk setiap trader yang memanfaatkan volatilitas. Dianjurkan untuk memastikan Anda mengambil risiko tidak lebih dari 5% dari akun Anda pada setiap posisi yang terbuka. Ini akan memberi anda ruang gerak yang lebih tanpa menghabiskan dana Anda dengan cepat.

Patuhi Strategi Perdagangan Anda

Pastikan Anda memiliki rencana perdagangan, dan patuhi itu. Mengikuti rencana perdagangan Anda dengan cermat akan membantu Anda mengelola ayunan pasar yang bergejolak.

Menggunakan tip yang diuraikan dalam bagian ini dan mengikuti rencana perdagangan Anda dengan cermat akan membantu Anda mengarahkan pasar yang bergejolak dan tranding lebih konsisten.

Buat Jurnal Perdagangan

Menggunakan jurnal perdagangan untuk menyimpan catatan perdagangan Anda merupakan kebiasaan yang sangat baik untuk diadopsi. Ini sangat berharga ketika Anda bertransaksi pada pasar yang bergejolak, memungkinkan Anda untuk melihat kembali perdagangan Anda sehingga Anda dapat mempertimbangkan apa yang berhasil dan apa yang dapat Anda sudah lakukan secara berbeda. Jurnal perdagangan yang ditata dengan baik akan membantu Anda menjadi trader yang lebih baik melalui proses evaluasi diri, refleksi, dan peningkatan yang berkelanjutan.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.