WHO sarankan penggunaan dua obat antibodi lawan Ebola

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat menyarankan penggunaan dua obat antibodi monoklonal untuk melawan Ebola.

Badan PBB itu mengatakan penggunaan obat semacam itu, yang dikombinasikan dengan perawatan yang lebih baik, telah “merevolusi” obat bagi penyakit yang pernah dianggap hampir pasti akan membunuh penderitanya.

Obat – Inmazeb (REGN-EB3) Regeneron dan Ebanga (mAb114) Ridgeback Bio – menggunakan antibodi monoklonal buatan laboratorium yang mirip antibodi alami dalam memerangi infeksi.

“Progres dalam perawatan dan pengobatan yang mendukung selama satu dekade terakhir telah merevolusi pengobatan Ebola.

Penyakit virus Ebola dulu dianggap bakal berujung dengan kematian.

Namun, hal itu tak terjadi lagi,” kata Robert Fowler.

Fowler adalah seorang profesor Universitas Toronto, Kanada, sekaligus salah satu ketua kelompok pengembangan panduan WHO.

Perawatan efektif dan penggunaan kedua obat tersebut kini mengarah pada penyembuhan “kebanyakan” penderita Ebola, katanya, tanpa menyajikan data yang spesifik.

Rekomendasi baru tersebut dikeluarkan menyusul uji coba obat demam berdarah di Republik Demokratik Kongo selama wabah 2018-2020 di sana.

Kepala unit manajemen klinis dalam Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr Janet Diaz, mengatakan kepada awak media bahwa kedua obat tersebut kini tersedia di Kongo, namun diperlukan upaya lebih untuk semakin mempermudah aksesnya.

“Jalur akses menjadi prioritas saat ini,” katanya.Temukan kasus Ebola, Pantai Gading gelar vaksinasi bagi nakes

Indonesia
14,516
Total Kasus Aktif
Updated on 27/06/2022 1:32 AM 27/06/2022 1:32 AM
Seluruh Dunia
21,851,811
Total Kasus Aktif
Updated on 27/06/2022 1:32 AM 27/06/2022 1:32 AM

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.